Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Nyalip NASA dan Eropa, China Akan Ambil Sampel Mars pada 2031
BERITABALI.COM, DUNIA.
China berencana mengambil sampel Mars dan mengembalikannya ke Bumi pada 2031, dua tahun sebelum NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) bertujuan untuk melakukannya.
Target tersebut diumumkan dalam presentasi oleh Sun Zezhou, kepala perancang misi pengorbit dan penjelajah Mars Tianwen 1 yang tiba di Planet Merah pada Februari 2021.
Dalam presentasinya pada Senin (20/6/2022), Zezhou mengatakan, China menargetkan misi dua peluncuran dengan lepas landas dijadwalkan pada akhir 2028 dan sampel kembali ke Bumi pada Juli 2031.
"Misi multi-peluncuran yang kompleks akan memiliki arsitektur yang lebih sederhana dibandingkan dengan proyek NASA-ESA, dengan satu pendaratan Mars dan tidak ada penjelajah yang mengambil sampel situs yang berbeda," kata Zezhou kepada SpaceNews, dikutip dari Space.com, Rabu (22/6/2022).
Baru-baru ini, NASA meminta masukan publik tentang rencana kolaborasi pengembalian sampel bersama ESA, setelah badan antariksa tersebut memutuskan untuk mengembangkan pendarat Mars kedua karena kebutuhan massal misi tersebut.
Akibatnya, misi pengembalian sampel Mars milik NASA-ESA harus mundur yang semula 2031 menjadi 2033.
Misi kolaborasi NASA-ESA akan mengangkut sampel Mars yang dikumpulkan oleh penjelajah Perseverance NASA yang menjelajahi Kawah Jezero selebar 45 kilometer sejak Februari 2021.
Sampel akan diambil oleh robot buatan ESA dan menempatkannya di atas kendaraan pendakian Mars (MAV) buatan NASA.
MAV kemudian akan meluncurkan kapsul berisi sampel ke orbit Mars, di mana sampel itu akan ditangkap oleh pengorbit buatan Eropa untuk dikirim ke Bumi.
Misi yang akan dilakukan China lebih efisien, di mana sampel dikumpulkan dari satu area kecil melalui proses pengambilan sampel di permukaan dan pengeboran yang dilakukan oleh robot berkaki empat.
China sendiri telah memiliki pengalaman dalam mengirimkan sampel dari Bulan, serta pengalaman di Mars yang cukup besar berkat Tianwen 1 yang diluncurkan pada Juli 2020.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun