Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Banjir Dahsyat Korut Tewaskan 2 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Warga Korea Utara menumpahkan kekesalannya karena media pemerintah tak memberitakan tentang banjir dahsyat yang menerjang negara itu hingga menewaskan dua orang.
Baca juga:
Banjir Bandang Terjang China, 4 Orang Tewas
Seorang warga bercerita kepada Radio Free Asia bahwa media di Korut hanya sibuk memberitakan peringatan akhir dari pendudukan Jepang usai Perang Dunia II. Peringatan itu jatuh pada Senin (15/8) lalu.
"Warga yang terkena dampak hujan lebat di berbagai penjuru negara ini sengsara. Namun, koran dan penyiaran hari ini tak menyoroti dampak banjir atau penanganannya, hanya cerita mengenai perayaan 15 Agustus dan tentara kembali ke Pyongyang," katanya.
Keluhan-keluhan ini bermunculan setelah hujan deras mengguyur sejumlah kawasan di Korut pada Minggu (14/8) lalu. Air hujan kemudian menggenangi sejumlah kawasan dan memicu banjir.
Di kawasan Pesisir Barat, hujan lebat tak berhenti mengguyur. Di bulan ini saja, Sungai Sachon sudah dua kali meluap, membanjiri sawah dan ladang lain di sekitarnya.
Banyak warga di kawasan Kwaksan, Pesisir Barat, menyandarkan kapal kayunya di satu pelabuhan kecil. Puluhan kapal warga itu terbawa arus saat banjir melanda.
"Dua orang yang berupaya menyelamatkan satu kapal terbawa arus dan tewas," kata sumber itu.
Sementara itu, warga lain meratapi sawah dan ladang mereka yang kebanjiran, padahal pangan sangat dibutuhkan di masa krisis seperti saat ini.
Tak hanya ladang, rumah-rumah warga di daerah Hongwon juga hancur diterjang banjir. Warga pun trauma karena mereka baru saja membangun kembali rumah setelah dihantam banjir tahun lalu.
Salah satu penduduk di Hongwon melaporkan bahwa lebih dari 50 kepala keluarga terpaksa dievakuasi karena banjir tak kunjung surut.
"Yang harus dievakuasi adalah yang tinggal di dekat Sungai Sodaechon, termasuk Desa Nampung dan Pohyun. Untungnya, tak ada korban jiwa, tapi rumah-rumah yang tergenang banjir tahun lalu, kini tergenang lagi," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2615 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan