Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Banjir Dahsyat Korut Tewaskan 2 Orang
BERITABALI.COM, DUNIA.
Warga Korea Utara menumpahkan kekesalannya karena media pemerintah tak memberitakan tentang banjir dahsyat yang menerjang negara itu hingga menewaskan dua orang.
Baca juga:
Banjir Bandang Terjang China, 4 Orang Tewas
Seorang warga bercerita kepada Radio Free Asia bahwa media di Korut hanya sibuk memberitakan peringatan akhir dari pendudukan Jepang usai Perang Dunia II. Peringatan itu jatuh pada Senin (15/8) lalu.
"Warga yang terkena dampak hujan lebat di berbagai penjuru negara ini sengsara. Namun, koran dan penyiaran hari ini tak menyoroti dampak banjir atau penanganannya, hanya cerita mengenai perayaan 15 Agustus dan tentara kembali ke Pyongyang," katanya.
Keluhan-keluhan ini bermunculan setelah hujan deras mengguyur sejumlah kawasan di Korut pada Minggu (14/8) lalu. Air hujan kemudian menggenangi sejumlah kawasan dan memicu banjir.
Di kawasan Pesisir Barat, hujan lebat tak berhenti mengguyur. Di bulan ini saja, Sungai Sachon sudah dua kali meluap, membanjiri sawah dan ladang lain di sekitarnya.
Banyak warga di kawasan Kwaksan, Pesisir Barat, menyandarkan kapal kayunya di satu pelabuhan kecil. Puluhan kapal warga itu terbawa arus saat banjir melanda.
"Dua orang yang berupaya menyelamatkan satu kapal terbawa arus dan tewas," kata sumber itu.
Sementara itu, warga lain meratapi sawah dan ladang mereka yang kebanjiran, padahal pangan sangat dibutuhkan di masa krisis seperti saat ini.
Tak hanya ladang, rumah-rumah warga di daerah Hongwon juga hancur diterjang banjir. Warga pun trauma karena mereka baru saja membangun kembali rumah setelah dihantam banjir tahun lalu.
Salah satu penduduk di Hongwon melaporkan bahwa lebih dari 50 kepala keluarga terpaksa dievakuasi karena banjir tak kunjung surut.
"Yang harus dievakuasi adalah yang tinggal di dekat Sungai Sodaechon, termasuk Desa Nampung dan Pohyun. Untungnya, tak ada korban jiwa, tapi rumah-rumah yang tergenang banjir tahun lalu, kini tergenang lagi," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3893 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2855 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2043 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1997 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1805 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun