Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Gempa M 7,4 Guncang Kota Meksiko, Warga Berlarian ke Jalan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gempa besar mengguncang Kota Meksiko, Senin (19/9) siang waktu setempat. Dikutip dari AFP, menurut catatan badan seismologi nasional, gempa tercatat berkekuatan magnitudo 7,4.
Berdasarkan laporan seismolog, gempa yang terjadi pada Senin ini bertepatan dengan peringatan dua gempa besar pada tahun 1985 dan 2017. Pusat gempa terletak 59 KM selatan Coalcoman di negara bagian Michoacan di Pantai Pasifik dan beberapa ratus kilometer barat Kota Meksiko.
Alarm gempa di Kota Meksiko pun berbunyi, membuat warga tumpah ke jalan.
"Rasanya mengerikan," kata Karina Suarez (37), setelah mengevakuasi diri dari gedung tempat tinggalnya.
Baca juga:
5 Fakta Menarik Pemakaman Ratu Elizabeth II
Sementara itu, Wali Kota Meksiko Claudia Sheinbaum dalam cuitannya di Twitter mengatakan belum ada kerusakan yang dilaporkan akibat gempa tersebut.
Adapun pada 19 September 1985 gempa berkekuatan magnitudo 8,1 di Kota Meksiko menewaskan lebih dari 10.000 orang dan menghancurkan ratusan bangunan.
Pada peringatan gempa bumi tahun 2017, gempa berkekuatan magnitudo 7,1 menyebabkan sekitar 370 orang tewas, terutama di ibu kota.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2801 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun