Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pengusaha Tempe di Jembrana Keluhkan Harga Kedelai yang Naik
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan berdampak pada naiknya inflasi yang pada gilirannya akan berpengaruh negati terhadap pertumbuhan ekonomi, penurunan upah riil dan konsumsi rumah tangga.
Seperti yang dirasakan pengusaha produksi tahu dan tempe di Kabupaten Jembrana. Pengusaha tempe dan tahu Nurhadi asal Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Jembrana Bali mengatakan harga kedelai sebelumnya dari Rp.11 ribu, kini malah mencapai Rp.13.000 hingga di puncak harga Rp15 ribu.
Selain bahan dasar kedelai yang naik, efek BBM naik juga berdampak pada alat angkut seperti bahan kayu bakar.
"Bahkan buruh yang kerja ikut berharap gajinya naik. Kini produksi 30 kg hingga 50 kg, baik tempe maupun tahu dari produksi yang biasanya 80 kg," sebutnya.
"Kini hanya bisa pasrah dengan kenaikan harga kedelai justru mengurangi produksi tahu dan tempe. Jika ukuran kecil tahu dan tempe Rp.2.000 dan ukuran besar Rp.5.000," tuturnya Kamis (22/09/2022).
Sementara untuk harga pelanggan atau konsumen tempe dan tahu di pasar naik Rp.1.000. Nurhadi mengolah bahan dasar kedelai lokal asli petani dicampur dengan kedelai impor yang merupakan kedelai dengan kualitas besar. Berbeda dengan kedelai lokal ukurannya kecil.
"Tapi mutu yang bagus adalah sistem mencampur antara kedelai lokal dan kedelai impor. Hasilnya juga cukup bagus. Hanya dampak kenaikan BBM tentu dampak yang lain ikut pula naik," pungkas Nurhadi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan