Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Raja Charles Kirim Pesan Khusus ke Jokowi Terkait Tragedi Kanjuruhan
beritabali.com/cnnindonesia.com/Raja Charles Kirim Pesan Khusus ke Jokowi Terkait Tragedi Kanjuruhan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Raja Charles III dari Inggris mengirimkan pesan khusus kepada Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan belasungkawa atas tragedi Kanjuruhan.
Baca juga:
Cara Mengobati Paparan Gas Air Mata
"Pesan dari Raja untuk Presiden Indonesia terkait tragedi di stadion sepak bola di Malang," demikian bunyi keterangan foto yang diunggah di akun Instagram resmi Keluarga Kerajaan Inggris, Rabu (5/10).
Di dalam foto itu, terpampang isi pesan Raja Charles untuk Jokowi dan rakyat Indonesia.
"Saya dan istri saya sangat sedih mendengar kematian dan luka di pertandingan sepak bola di Malang pada 1 Oktober," ujar Charles.
"Saya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Anda, keluarga yang terkena dampak, dan rakyat Republik Indonesia di masa sulit ini."
Tragedi Kanjuruhan memang menyedot perhatian internasional, termasuk pemimpin dan kepala negara asing. Insiden ini terjadi usai laga Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10).
Kericuhan ini bermula ketika skuad tuan rumah, Arema, kalah dalam laga melawan Persebaya dengan skor 2-3. Tak terima, sejumlah pendukung Arema turun dari tribun ke tengah lapangan. Karena situasi kian kacau, kepolisian sempat mengadang penonton, kemudian menembakkan gas air mata.
Namun, gas air mata itu tak hanya ditembakkan ke arah pendukung yang turun ke lapangan, tapi juga ke tribun penonton. Para pengunjung pun panik.
Massa lantas berdesak-desakan keluar dari stadion. Di tengah kepanikan itu, banyak penonton mengalami sesak napas, terjatuh, dan terinjak-injak hingga tewas.
Akibat insiden ini, setidaknya 131 nyawa melayang dan ratusan orang lainnya terluka akibat insiden ini. Dengan angka korban begitu tinggi, tragedi Kanjuruhan ini tercatat sebagai insiden di sepak bola paling mematikan kedua sepanjang sejarah.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2037 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun