Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Berteduh di Saung Sawah, Petani Tewas Tersambar Petir
BERITABALI.COM, NTB.
Dero (40 tahun) warga asal Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, ditemukan warga dalam kondisi meninggal Jumat (7/10) sekitar pukul 15.30 WITA, di So Cumpa Kelurahan Kandai II.
Korban diketahui meninggal akibat tersambar petir, saat berteduh seorang diri di saung/pondok sawah. Kapolsek Dompu, IPDA Arif Syarifudin bersama anggota langsung turun ke lokasi untuk membantu mengevakuasi korban ditemani oleh Bhabinkamtibmas, Bhabinsa serta warga lainnya.
"Saat diperiksa petugas, korban yang sudah tidak bernyawa ditemukan dengan kondisi tubuh penuh luka lecet di pinggul kiri, dengan keadaan celana yang sudah robek," terang IPDA Arif Syarifudin, Jumat (7/10).
Diduga saat kejadian, korban tengah duduk sendirian di pondok ketika hujan lebat, disertai gemuruh petir mengguyur wilayah Dompu dan sekitarnya.
"Korban disambar petir waktu istirahat di pondok, saat hujan lebat yang disertai petir sore tadi" kata Dian, tetangga korban kepada sejumlah wartawan.
Dian mengatakan, sejak siang korban bersama rekan-rekannya pergi ke area persawahan So Cumpa untuk mengembala ternak. Saat hujan lebat disertai petir, korban seorang diri berteduh di pondok.
Sementara rekan-rekannya yang lain, berada di pondok lain. Waktu disambar petir lanjut Dian, korban langsung kaku hingga tewas di tempat.
"Rekannya yang mengetahui kejadian itu langsung mendekat dan membantu korban dengan menutup tubuhnya menggunakan ranting pohon Bidara. Namun, korban tidak bisa diselamatkan," ujarnya.
Dikatakannya, korban saat ini sudah dievakuasi ke rumahnya di RT 05 Kelurahan Kandai II, Kabupaten Dompu. Korban rencananya akan dimakamkan besok pagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandai II.
"Almarhum, rencananya besok pagi akan dimakamkan," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan warga lain, Thamrin yang menemukan korban pertama kali. Karena berteduh di saung yang terpisah, Thamrin menelpon korban tapi tidak diangkat.
Curiga karena tidak direspon, Thamrin akhirnya mendatangi saung tempat korban berteduh dan menemukan korban sudah meninggal dunia. Thamrin langsung berteriak, memanggil warga lain untuk dilaporkan ke aparat kepolisian.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3774 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang