Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Berteduh di Saung Sawah, Petani Tewas Tersambar Petir
BERITABALI.COM, NTB.
Dero (40 tahun) warga asal Kelurahan Kandai II, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, ditemukan warga dalam kondisi meninggal Jumat (7/10) sekitar pukul 15.30 WITA, di So Cumpa Kelurahan Kandai II.
Korban diketahui meninggal akibat tersambar petir, saat berteduh seorang diri di saung/pondok sawah. Kapolsek Dompu, IPDA Arif Syarifudin bersama anggota langsung turun ke lokasi untuk membantu mengevakuasi korban ditemani oleh Bhabinkamtibmas, Bhabinsa serta warga lainnya.
"Saat diperiksa petugas, korban yang sudah tidak bernyawa ditemukan dengan kondisi tubuh penuh luka lecet di pinggul kiri, dengan keadaan celana yang sudah robek," terang IPDA Arif Syarifudin, Jumat (7/10).
Diduga saat kejadian, korban tengah duduk sendirian di pondok ketika hujan lebat, disertai gemuruh petir mengguyur wilayah Dompu dan sekitarnya.
"Korban disambar petir waktu istirahat di pondok, saat hujan lebat yang disertai petir sore tadi" kata Dian, tetangga korban kepada sejumlah wartawan.
Dian mengatakan, sejak siang korban bersama rekan-rekannya pergi ke area persawahan So Cumpa untuk mengembala ternak. Saat hujan lebat disertai petir, korban seorang diri berteduh di pondok.
Sementara rekan-rekannya yang lain, berada di pondok lain. Waktu disambar petir lanjut Dian, korban langsung kaku hingga tewas di tempat.
"Rekannya yang mengetahui kejadian itu langsung mendekat dan membantu korban dengan menutup tubuhnya menggunakan ranting pohon Bidara. Namun, korban tidak bisa diselamatkan," ujarnya.
Dikatakannya, korban saat ini sudah dievakuasi ke rumahnya di RT 05 Kelurahan Kandai II, Kabupaten Dompu. Korban rencananya akan dimakamkan besok pagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kandai II.
"Almarhum, rencananya besok pagi akan dimakamkan," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan warga lain, Thamrin yang menemukan korban pertama kali. Karena berteduh di saung yang terpisah, Thamrin menelpon korban tapi tidak diangkat.
Curiga karena tidak direspon, Thamrin akhirnya mendatangi saung tempat korban berteduh dan menemukan korban sudah meninggal dunia. Thamrin langsung berteriak, memanggil warga lain untuk dilaporkan ke aparat kepolisian.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan