Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Banyak Warga Korban Banjir Pakistan Terpapar ISPA
BERITABALI.COM, DUNIA.
Tim medis Indonesia mendapati banyak warga korban banjir Pakistan menderita penyakit infeksi saluran pernafasan akut. Ini terlihat dari jumlah kunjungan pasien di wilayah Tando Jan Mohammad, Sub distrik Digri, Distrik Mirpur Khas, Provinsi Sindh.
Jumlah warga yang tercatat mendapatkan pelayanan kesehatan berjumlah 470 orang. Kasus penyakit tertinggi yang teridentifikasi yaitu ISPA dengan 149 kasus atau 31,7 persen.
Kondisi warga di pos pengungsian sangat berpengaruh terhadap banyaknya warga terkena ISPA. Tim Medis Indonesia melakukan surveilans mengenai banyaknya kasus penyakit ini di pos pengungsian tersebut.
Ketua Tim Bantuan Kemanusiaan Indonesia Yusrizal melalui pernyataan tertulis mengatakan data kunjungan pasien sejak hari pertama, 11 hingga 17 Oktober 2022, penyakit ISPA tertinggi dibandingkan jenis penyakit lainnya.
Yusrizal menambahkan, total kasus pada periode 11 hingga 17 Oktober ini berjumlah 670 atau 23.38 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 175 kasus ISPA yang menyasar kategori pasien balita.
Sementara itu, pada Selasa (18/10/2022), tim medis Indonesia hanya memberikan pelayanan kesehatan di pos pengungsian di wilayah Sub distrik Digri.
Timnya mencatat sejumlah penyakit lain yang diderita warga korban banjir ini.
“Kasus lain yang ditemui yaitu febris 105 kasus, penyakit kulit 45, myalgia 41, dyspepsia 31, osteo arthritis 15, konjungtivitis 15, hipertensi 9, otitis media 8, vertigo 8 dan lainnya 44,” ujar Yusrizal.
Selain penyakit tadi, tim juga melayani warga yang sedang hamil sebanyak 5 orang dari seluruh total kunjungan.
Tim yang berjumlah 29 personel dari Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Univeristas Andalas, dan MDMC memfokuskan pelayanan kesehatan di Tando Jan Mohammad. Pelayanan kepada warga terdampak banjir tersebut berdasarkan rekomendasi pihak otoritas keamanan Pakistan.
Namun rekomendasi ini tidak terkait langsung dengan kondisi keamanan melainkan jumlah warga korban banjir yang perlu mendapatkan pelayanan kesehatan. Sebelumnya Tim Medis Indonesia memberikan pelayanan di Sub distrik Taluka Jhuddo, masih satu wilayah di Distrik Mirpur Khas, Provinsi Sindh.
Selama beraktivitas di tempat tersebut, tim medis Indonesia mendapatkan dukungan dari staf Dinas Kesehatan Distrik Mirpur Khas dan pihak militer.
Total kunjungan dari 11 hingga 18 Oktober 2022 tercatat 3.336 warga.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan