Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kominfo Ungkap Tantangan Penerapan Metaverse di Indonesia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bonifasius Wahyu Pudjianto mengungkapkan beberapa faktor yang menjadi tantangan penerapan teknologi metaverse di Indonesia.
"Sebelum membahas mahalnya gadget, sebenarnya infrastrukturnya sudah sampai enggak ke masyarakat Indonesia? Itu saja akan menjadi suatu challenge yang sangat-sangat luar biasa," kata Boni dalam konferensi pers di Kantor Meta di Capital Place, Jakarta, Rabu (19/10/2022).
Maka dari itu, Boni menuturkan kalau Kementerian Kominfo tengah melakukan terobosan akselerasi demi mempercepat bagaimana konektivitas itu bisa menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.
"Misalnya kami dari Kementerian Kominfo ada BAKTI. Di situ adalah bagaimana membangun Base Transceiver Station (BTS) untuk menerima sinyal-sinyal ke handset. Tidak hanya di kota besar, karena penduduk Indonesia kan ada juga yang tinggal di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Nah itu pun harus kami serve," paparnya.
Ia mengaku kalau operator seluler tidak akan masuk ke wilayah tersebut. Sebab di sana tidak bersifat profit, bahkan biaya operasional pun dianggap tidak menutupi.
"Nah kami dari pemerintah harus hadir di tempat-tempat sulit tersebut. Saat ini ada sekitar 80.000 desa di Indonesia, tetapi yang hanya memiliki BTS sekitar 70.000. Jadi ada sekitar 12.000 desa yang belum terjangkau," imbuhnya.
"Nah itu benar-benar kami kejar. Tapi itu kan butuh anggaran yang tidak sedikit," klaim dia.
Untuk itulah solusi yang ditawarkan Kominfo adalah menyediakan Satelit Republik Indonesia (Satria). Boni menilai kalau kehadiran satelit ini bisa menjangkau setiap titik di seluruh pelosok Indonesia.
Tak hanya infrastruktur, Boni mengaku kalau tantangan penerapan metaverse di Indonesia lainnya adalah sumber daya manusia. Ia mengaku kalau hal itu juga amat penting, khususnya mengajarkan cara bagaimana orang Indonesia menggunakan internet.
"Tak kalah penting karena internet seperti pisau bermata dua. Jadi kami harus memberikan informasi efek negatif yang bisa ditimbulkan dan harus dihindari," jelasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3886 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2843 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2042 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1992 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun