Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kominfo Ungkap Tantangan Penerapan Metaverse di Indonesia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Bonifasius Wahyu Pudjianto mengungkapkan beberapa faktor yang menjadi tantangan penerapan teknologi metaverse di Indonesia.
"Sebelum membahas mahalnya gadget, sebenarnya infrastrukturnya sudah sampai enggak ke masyarakat Indonesia? Itu saja akan menjadi suatu challenge yang sangat-sangat luar biasa," kata Boni dalam konferensi pers di Kantor Meta di Capital Place, Jakarta, Rabu (19/10/2022).
Maka dari itu, Boni menuturkan kalau Kementerian Kominfo tengah melakukan terobosan akselerasi demi mempercepat bagaimana konektivitas itu bisa menjangkau seluruh masyarakat Indonesia.
"Misalnya kami dari Kementerian Kominfo ada BAKTI. Di situ adalah bagaimana membangun Base Transceiver Station (BTS) untuk menerima sinyal-sinyal ke handset. Tidak hanya di kota besar, karena penduduk Indonesia kan ada juga yang tinggal di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Nah itu pun harus kami serve," paparnya.
Ia mengaku kalau operator seluler tidak akan masuk ke wilayah tersebut. Sebab di sana tidak bersifat profit, bahkan biaya operasional pun dianggap tidak menutupi.
"Nah kami dari pemerintah harus hadir di tempat-tempat sulit tersebut. Saat ini ada sekitar 80.000 desa di Indonesia, tetapi yang hanya memiliki BTS sekitar 70.000. Jadi ada sekitar 12.000 desa yang belum terjangkau," imbuhnya.
"Nah itu benar-benar kami kejar. Tapi itu kan butuh anggaran yang tidak sedikit," klaim dia.
Untuk itulah solusi yang ditawarkan Kominfo adalah menyediakan Satelit Republik Indonesia (Satria). Boni menilai kalau kehadiran satelit ini bisa menjangkau setiap titik di seluruh pelosok Indonesia.
Tak hanya infrastruktur, Boni mengaku kalau tantangan penerapan metaverse di Indonesia lainnya adalah sumber daya manusia. Ia mengaku kalau hal itu juga amat penting, khususnya mengajarkan cara bagaimana orang Indonesia menggunakan internet.
"Tak kalah penting karena internet seperti pisau bermata dua. Jadi kami harus memberikan informasi efek negatif yang bisa ditimbulkan dan harus dihindari," jelasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2223 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan