Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Korban Pembunuhan di Tirtasari Buleleng Dalam Kondisi Hamil 7 Bulan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kasus pembunuhan Kepala Urusan (Kaur) Umum, Desa Tirtasari Kecamatan Banjar Buleleng, Luh Suteni (40) dengan pelaku suaminya sendiri Putu Ardika (41) di Dusun Dauh Margi Desa Tirtasari menyimpan duka mendalam.
Bahkan disebutkan korban Suteni tengah hamil 7 bulan saat dianiaya hingga meninggal dunia. Informasi korban mengandung anak ketiga itu juga dibenarkan oleh hasil pemeriksaan medis dan otopsi yang telah dilakukan Sat Reskrim Polres Buleleng, dimana bayi 7 bulan berjenis kelamin laki-laki itu juga ikut meninggal dunia.
Korban Luh Suteni dan anaknya tersebut, usai menjalani pemeriksaan secara medis termasuk otopsi diserahkan kepada pihak keluarga dan kemudian dilakukan prosesi dengan pembakaran atau mekinsan di geni yang langsung dilakukan pada tengah malam, Jumat 28 Oktober 2022.
Berdasarkan hasil pemeriksaan pada tubuh korban Suteni juga ditemukan adanya luka tusuk dan luka akibat benturan benda tumpul yang diduga berasal dari sebilah golok dan sebatang Luu atau alat penumbuk beras yang ditemukan di TKP.
“Kita masih mengembangkan kasus pembunuhan di Desa Tirtasari dengan mendengarkan keterangan saksi-saksi termasuk pelaku sendiri yang telah diamankan di Mapolres Buleleng. Untuk sementara ada 3 saksi yang telah diperiksa dan pelaku belum bisa memberikan keterangan,” ungkap Kasi Humas Polres Buleleng, AKP I Gede Sumarjaya.
Sebelumnya, Luh Suteni yang keseharian sebagai Kaur Umum Desa Tirtasari Kecamatan Banjar tewas ditangan suaminya, Jumat 28 Oktober 2022 sekitar pukul 01.30 WITA dengan luka pukulan dan luka tusuk yang ditemukan pada tubuh korban. Peristiwa itu diduga merupakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dipicu akibat kecemburuan.
Berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan menyebutkan dugaan tindak pidana KDRT yang menyebabkan korban Luh Suteni meninggal dunia, berawal dari orang tua pelaku Luh Prensi keluar dari rumah sambil berteriak meminta tolong pada warga, sejumlah warga yang datang ke rumah korban tidak bisa berbuat banyak lantaran pelaku Putu Ardika yang tidak lain suami korban membawa sajam dan pentungan.
Sejumlah saksi juga menyebutkan, Korban Suteni yang bekerja sebagai Kepala Urusan (Kaur) Umum Desa Tirtasari dengan pelaku Putu Ardika yang juga suaminya kerap cekcok sehingga terjadi keributan yang disebabkan oleh perasaan cemburu dari pelaku terhadap korban.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bul
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4638 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan