Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Bupati Tamba Canangkan Desa Ekasari Sebagai Desa Kawasan Kakao Organik
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba secara resmi mendeklarasikan pencanangan Desa Ekasari sebagai Desa Kawasan Kakao Organik, Jumat (4/11/2022) bertempat di Kelompok Tani Merta Abadi, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya.
Hal ini sebagai komitmen untuk mengembangkan dan memberdayakan komoditas unggulan pertanian khususnya komoditas kakao dari hulu hingga hilir.
Selain Deklarasi Desa Kawasan Kakao Organik, pada kesempatan yang sama, Bupati Tamba bersama Forkopimda serta Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Dini Astika Sari juga melakukan penanaman bibit kakao serta petik buah kakao di kawasan tersebut.
"Deklarasi ini bentuk komitmen dan semangat kita sebagai pemerintah daerah bersama dengan masyarakat untuk mengembangkan komoditas unggulan sektor pertanian di kabupaten Jembrana yakni kakao. Karena selain masyarakat sudah sangat semangat, buyer juga siap, tentu kita "gas" terus,"ujar Bupati Tamba.
Dengan deklarasi tersebut, Ia meyakini kedepan akan menjadi kawasan komoditas unggulan kakao berbasis korporasi petani dengan pengelolaan hulu hingga hilir berbasis kawasan dan kelembagaan petani, sehingga berdampak terhadap nilai tambah dan daya saing bagi petani yang sangat berpeluang bisa dikembangkan sebagai destinasi agrowisata.
"Hari ini kita deklarasikan satu desa dulu, Desa Ekasari. Sebagai Desa Kawasan Kakao Organik, tentu kedepan kawasan ini akan banyak dikunjungi dan menjadi tempat studi bagi orang - orang yang ingin belajar praktik langsung tentang kakao. Jadi kelompok harus tetap semangat dan tekun," ucapnya.
Tidak hanya sampai disitu, Bupati asal desa Kaliakah ini juga memaparkan tengah mempersiapkan ekosistem terkait pengembangan kakao. Mulai dari awal, proses hingga pemasaran.
"Kita sudah membuat ekosistemnya. Pertama, kakao yang hari ini kita tanam hampir 350 ribu bibit. Kemudian untuk prosesnya pabrik "Factory Chocolate" akan ada di Desa Kaliakah yang akan kita rencanakan di tahun 2023 melalui Bappenas dan Kementrian Koperasi dan UKM. Selanjutnya untuk hasil olahan kakao tersebut akan kita tampung di Sentra Tenun yang akan menjadi pusat oleh - oleh kabupaten Jembrana. Disamping itu kita juga telah memiliki buyer untuk ekspor. Jadi lengkap sudah itu ekosistemnya," paparnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama menjelaskan saat ini luas tanaman kakao di Jembrana ada 6.300 ha dengan produksi 2.800 hingga 3.000 ton biji kering/tahun.
"Khusus di Desa Ekasari ini potensi yang dapat dikembangkan nanti 450 ha, dengan eksisting tanaman kakao baru 258 ha. Tahun ini akan plot di desa ini untuk pengembangan 100ha lagi," ucapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan