Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
AS: Warga Cina Punya Hak Untuk Protes Damai
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat (AS) mengatakan warga Cina memiliki hak untuk melakukan protes damai. Demonstrasi melanda Cina sejak beberapa hari lalu dipicu kebijakan lockdown Covid-19.
"Kami sudah lama mengatakan setiap orang memiliki hak untuk melakukan protes secara damai, di sini di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Ini termasuk di Republik Rakyat Cina," kata Departemen Luar Negeri dalam pernyataan email, dikutip dari AFP, Selasa (29/11).
Departemen Luar Negeri memandang kebijakan Cina dalam menerapkan lockdown sangat berlebihan.
"Kami telah mengatakan bahwa nol Covid bukanlah kebijakan yang kami kejar di sini, di Amerika Serikat," kata departemen itu.
"Kami pikir akan sangat sulit bagi Republik Rakyat Tiongkok untuk dapat menahan virus ini melalui strategi nol Covid mereka."
Washington, kata Departemen Luar Negeri, "berfokus pada apa yang berhasil" termasuk memperluas vaksinasi dan penguat, dan membuat pengujian dan perawatan mudah diakses.
Sejak akhir pekan lalu orang-orang turun ke jalan di kota-kota besar Cina hingga kampus-kampus. Ini merupakan gelombang protes yang tak pernah terlihat sejak unjuk rasa pro-demokrasi pada 1989 lalu.
Demonstrasi sporadis ini dilaporkan pertama kali dipicu oleh kebakaran apartemen di Urumqi, Xinjiang, yang menewaskan 10 orang pada pekan lalu itu. Para warga menganggap korban berjatuhan karena petugas pemadam kebakaran terlambat tiba di lokasi lantaran terhambat lockdown yang terlalu ketat.
Sejak itu, amarah publik terus meluas secara spodaris hingga ke Ibu Kota Beijing, Guangzhou, bahkan Shanghai selama akhir pekan kemarin.
"Turun, Xi Jinping! Turun, Partai Komunis!" teriak banyak pedemo di Shanghai pada Minggu (27/11).
Pada Sabtu, demonstran pecah di Shanghai, tepatnya di jalan Wulumuqi yang merupakan Urumqi dalam bahasa Mandarin.
Tak peduli dengan tekanan aparat, massa malah makin besar menjelang malam hari. Mereka meneriakkan slogan-slogan seperti, "Xi Jinping mundur! Partai Komunis Cina mundur!"
Para demonstran juga mengacungkan kertas putih, melambangkan sistem sensor yang terlampau ketat di Cina. Mobil-mobil yang melintas membunyikan klakson, tanda dukungan bagi para demonstran.
Pada Senin (28/11) dini hari sekitar pukul 02.00, polisi paramiliter mulai diterjunkan untuk membantu aparat mengamankan demonstrasi. Sejumlah pedemo dan wartawan, termasuk jurnalis asing, juga dilaporkan ditahan polisi Cina selama demonstrasi tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2936 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun