Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kronologi Kontroversi Menit Akhir di Duel Panas Iran vs AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Duel panas Iran vs Amerika Serikat yang berakhir untuk kemenangan The Yanks 1-0 sempat diwarnai kontroversi di penghujung pertandingan, Rabu (30/11) dini hari WIB. Kontroversi tersebut bermula pada waktu tambahan babak kedua.
Iran yang saat itu tertinggal 0-1 sebenarnya punya peluang untuk menyamakan skor di masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+2. Penyerang Timnas Iran, Mehdi Taremi mengklaim timnya berhak mendapat penalti karena merasa dilanggar di kotak terlarang.
Hal ini didukung dalam tayangan ulang, bahwa Taremi nyaris berhasil menjangkau umpan di dalam kotak penalti, namun sayang ia lebih dulu terjatuh karena mendapat sedikit tarikan dari Carter-Vickers.
Mulanya Taremi dan para pemain Iran sempat melakukan protes dan meminta wasit meninjau ulang lewat VAR. Akan tetapi wasit bergeming dan meminta pemain untuk melanjutkan pertandingan.
Meski tertekan di menit-menit akhir, AS berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 atas Iran. Hasil ini membuat AS finis sebagai runner up Grup B mendampingi Inggris ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. The Yanks memperoleh lima poin dengan catatan satu kali menang dan dua kali imbang.
Di pertandingan lain Timnas Inggris berhasil menaklukkan Wales dengan skor 3-0 dan melaju ke 16 besar. Marcus Rashford jadi bintang di laga ini.
Pelatih AS Gregg Berhalter mengakui laga melawan Iran tadi malam membuatnya sangat tegang. Terlebih, ketegangan memuncak di menit-menit akhir. Sembilan menit tambahan waktu, kata dia, pastinya akan dibutuhkan Iran yang hanya perlu hasil imbang untuk lolos ke 16 besar.
"Dengan injury time baru ini, saya menghitung setiap detik. Ini membuat stres," ungkapnya.
"Saya memiliki lebih sedikit rambut di kepala saya sekarang!".
Lantara finis sebagai runner up Grup B, Amerika akan berhadapan dengan Belanda yang memuncaki Grup A. "Kami akan mengambilnya dan melawan Belanda," jelas Berhalter.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun