Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kronologi Kontroversi Menit Akhir di Duel Panas Iran vs AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Duel panas Iran vs Amerika Serikat yang berakhir untuk kemenangan The Yanks 1-0 sempat diwarnai kontroversi di penghujung pertandingan, Rabu (30/11) dini hari WIB. Kontroversi tersebut bermula pada waktu tambahan babak kedua.
Iran yang saat itu tertinggal 0-1 sebenarnya punya peluang untuk menyamakan skor di masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+2. Penyerang Timnas Iran, Mehdi Taremi mengklaim timnya berhak mendapat penalti karena merasa dilanggar di kotak terlarang.
Hal ini didukung dalam tayangan ulang, bahwa Taremi nyaris berhasil menjangkau umpan di dalam kotak penalti, namun sayang ia lebih dulu terjatuh karena mendapat sedikit tarikan dari Carter-Vickers.
Mulanya Taremi dan para pemain Iran sempat melakukan protes dan meminta wasit meninjau ulang lewat VAR. Akan tetapi wasit bergeming dan meminta pemain untuk melanjutkan pertandingan.
Meski tertekan di menit-menit akhir, AS berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 atas Iran. Hasil ini membuat AS finis sebagai runner up Grup B mendampingi Inggris ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. The Yanks memperoleh lima poin dengan catatan satu kali menang dan dua kali imbang.
Di pertandingan lain Timnas Inggris berhasil menaklukkan Wales dengan skor 3-0 dan melaju ke 16 besar. Marcus Rashford jadi bintang di laga ini.
Pelatih AS Gregg Berhalter mengakui laga melawan Iran tadi malam membuatnya sangat tegang. Terlebih, ketegangan memuncak di menit-menit akhir. Sembilan menit tambahan waktu, kata dia, pastinya akan dibutuhkan Iran yang hanya perlu hasil imbang untuk lolos ke 16 besar.
"Dengan injury time baru ini, saya menghitung setiap detik. Ini membuat stres," ungkapnya.
"Saya memiliki lebih sedikit rambut di kepala saya sekarang!".
Lantara finis sebagai runner up Grup B, Amerika akan berhadapan dengan Belanda yang memuncaki Grup A. "Kami akan mengambilnya dan melawan Belanda," jelas Berhalter.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2261 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan