Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Pariwisata Pulih, Kinerja Penjualan Eceran Bali Optimis Membaik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada November 2022 diprakirakan pada kondisi membaik dibandingkan periode sebelumnya.
Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang tercatat sebesar 96,7 atau secara bulanan tumbuh 0,74% (mtm) dibandingkan dengan periode Oktober 2022 yang tercatat sebesar 96,0.
Pertumbuhan IPR bulan November 2022 tersebut juga lebih tinggi dibandingkan periode bulan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan sebesar 0,68% (mtm).
Membaiknya kinerja penjualan eceran di Bali tersebut sejalan dengan semakin tingginya aktivitas pariwisata di Bali serta kondisi ekonomi Bali yang terus mengalami pemulihan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa prakiraan kinerja penjualan ritel di provinsi Bali bulan November 2022 masih tetap terjaga atau meningkat sebesar 0,74% (mtm).
Sebagian besar kelompok barang mengalami kenaikan penjualan eceran pada bulan laporan terutama kelompok barang Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 6,4% (mtm) dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 4,0% (mtm), sedangkan kelompok Barang Budaya dan Rekreasi serta Suku Cadang dan Aksesori mengalami kontraksi masing-masing sebesar -3,8% (mtm) dan -0,9% (mtm).
Trisno menambahkan bahwa ke depan, kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali akan tetap terjaga seiring dengan upaya pengendalian inflasi yang dilakukan di masing-masing daerah sehingga menjaga optimisme penjualan eceran.
Kinerja positif penjualan eceran di Bali pada November 2022 tersebut searah dengan kondisi nasional yang mengalami pertumbuhan pada Indeks Penjualan Riil (IPR) nasional sebesar 0,73% (mtm).
Peningkatan IPR nasional pada bulan November 2022 bersumber dari meningkatnya kinerja sebagian besar kelompok penjualan eceran terutama pada kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, kelompok Suku Cadang dan Aksesoris dan kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 3,3% (mtm), 0,9% (mtm) dan 0,7% (mtm).
Sementara itu, kelompok barang yang mengalami kontraksi penjualannya adalah kelompok Barang Lainnya yang mengalami penurunan sebesar 1,4% (mtm); serta kelompok Barang Budaya dan Rekreasi yang mengalami penurunan sebesar 0,6% (mtm).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan