Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pariwisata Pulih, Kinerja Penjualan Eceran Bali Optimis Membaik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali pada November 2022 diprakirakan pada kondisi membaik dibandingkan periode sebelumnya.
Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Bali yang tercatat sebesar 96,7 atau secara bulanan tumbuh 0,74% (mtm) dibandingkan dengan periode Oktober 2022 yang tercatat sebesar 96,0.
Pertumbuhan IPR bulan November 2022 tersebut juga lebih tinggi dibandingkan periode bulan sebelumnya yang mengalami pertumbuhan sebesar 0,68% (mtm).
Membaiknya kinerja penjualan eceran di Bali tersebut sejalan dengan semakin tingginya aktivitas pariwisata di Bali serta kondisi ekonomi Bali yang terus mengalami pemulihan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa prakiraan kinerja penjualan ritel di provinsi Bali bulan November 2022 masih tetap terjaga atau meningkat sebesar 0,74% (mtm).
Sebagian besar kelompok barang mengalami kenaikan penjualan eceran pada bulan laporan terutama kelompok barang Peralatan Informasi dan Komunikasi sebesar 6,4% (mtm) dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar 4,0% (mtm), sedangkan kelompok Barang Budaya dan Rekreasi serta Suku Cadang dan Aksesori mengalami kontraksi masing-masing sebesar -3,8% (mtm) dan -0,9% (mtm).
Trisno menambahkan bahwa ke depan, kinerja penjualan eceran di Provinsi Bali akan tetap terjaga seiring dengan upaya pengendalian inflasi yang dilakukan di masing-masing daerah sehingga menjaga optimisme penjualan eceran.
Kinerja positif penjualan eceran di Bali pada November 2022 tersebut searah dengan kondisi nasional yang mengalami pertumbuhan pada Indeks Penjualan Riil (IPR) nasional sebesar 0,73% (mtm).
Peningkatan IPR nasional pada bulan November 2022 bersumber dari meningkatnya kinerja sebagian besar kelompok penjualan eceran terutama pada kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, kelompok Suku Cadang dan Aksesoris dan kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 3,3% (mtm), 0,9% (mtm) dan 0,7% (mtm).
Sementara itu, kelompok barang yang mengalami kontraksi penjualannya adalah kelompok Barang Lainnya yang mengalami penurunan sebesar 1,4% (mtm); serta kelompok Barang Budaya dan Rekreasi yang mengalami penurunan sebesar 0,6% (mtm).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan