Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Pekerja Migran Qatar Takut Usai Piala Dunia Rampung
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sejumlah buruh migran di Qatar merasa takut usai gelaran Piala Dunia 2022 di negara tersebut. Pemasangan Jubah Bisht untuk pemain Argentina, Lionel Messi, menjadi serangkaian tanda Piala Dunia Qatar 2022 berakhir, Minggu (18/12) malam waktu setempat.
Final Piala Dunia bertepatan dengan peringatan Hari Pekerja Migran Internasional.
"Messi, Messi, Messi," teriak pendukung Argentina di pasar tradisional Doha, Souq Waqif, seperti dikutip AFP.
Warga lain yang merayakan kemenangan Argentina adalah Rasheed. Ia mengenakan kaus bertuliskan "rights."
"Saat pertama, mereka menertawakan kita sebagai 'fans palsu'," kata dia.
Para pekerja migran dianggap fan palsu saat menonton Piala Dunia Qatar. Mereka berasal dari India, Bangladesh, Pakistan dan Nepal. Para pekerja migran ini turut membantu membangun delapan stadium di Qatar.
Selain itu, mereka juga dilaporkan tetap di stadion untuk menonton pertandingan. Menurut AFP, India menjadi salah satu negara pembeli tiket teratas.
Namun, saat final ada potret yang berbeda. Para pekerja migran boleh keluar stadion untuk merayakan kemenangan Argentina.
"Sangat jarang kami bisa keluar dan merayakan seperti ini," kata buruh migran asal India, Shafiq.
Ia kemudian berujar, "Secara normal kami semua di area zona pekerja. Kami khawatir apa yang akan terjadi setelah Piala Dunia."
Hak buruh menjadi topik hangat bagi Qatar, pengumuman tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 12 tahun lalu.
Kelompok-kelompok HAM mengatakan jumlah korban tewas di mega proyek Qatar tak dilaporkan. Mereka juga mengutuk kondisi yang dialami para buruh migran.
Kelompok-kelompok hak asasi mendesak Qatar memberi dana khusus kepada para pekerja yang tewas dalam proyek-proyek pembangunan monumental di Qatar.
"Piala Dunia di Qatar ini memang akan diingat untuk semua alasan yang salah: sebagai acara olahraga termahal yang pernah ada dan paling mematikan," kata Minky Worden dari Human Rights Watch.
Beberapa negara sekutu terdekat Qatar juga tak sungkan membahas masalah hak buruh. Duta Besar Amerika Serikat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Linda Thomas-Greenfield membahas hak buruh saat bertemu Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani pada Minggu.
Greenfield mendorong Qatar untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap reformasi tenaga kerja dan hak asasi manusia setelah Piala Dunia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3774 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang