Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Begini Stok Kebutuhan Bahan Pokok di NTB Jelang Nataru
BERITABALI.COM, NTB.
Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023, Pemerintah Provinsi NTB melalui Satgas Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan Monitoring Ketersediaan Stok Kebutuhan Pangan Masyarakat di beberapa titik lokasi, diantaranya Gudang Bulog, Distributor Telur UD Sinta dan Distributor Bawang Merah di Pasar Mandalika, Rabu (21/12).
Ketersediaan stok pangan di Gudang Bulog berupa beras, gula pasir dan minyak goreng. Stok beras tersedia kurang lebih 12.000 ton, gula pasir tersedia sekitar 120 ton dan minyak goreng sebanyak 20.000 liter.
Kepala Perum Bulog Sub Divre Heri Sulistyo mengatakan ketersediaan beras bisa mencukupi kebutuhan tiga bulan kedepan sementara menunggu untuk persiapan panen raya di bulan Februari mendatang.
"Asumsi kita untuk kebutuhan operasi pasar dari bulan Desember, Januari, Februari, nanti dibulan Februari juga akan panen raya sehingga harga juga cenderung turun," jelasnya.
Sementara itu ketersediaan stok telur ayam di Distributor UD Sinta sebanyak 40.000 sampai dengan 50.000 butir telur dengan kisaran harga Rp45.000 ukuran telur kecil, Rp48.000 sampai dengan Rp49.500 ukuran sedang dan 50.000 ukuran telur yang besar.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ni Nyoman Darmilaswati menyampaikan kepada masyarakat bahwa stok dan harga bawang merah masih aman.
"Masyarakat tidak perlu risau karena bawang merah dari segi stok masih aman dan harga juga terjangkau," tuturnya.
Ketersediaan bawang merah masih dalam kondisi aman, sebanyak 2 ton bawang merah tersedia dan dengan harga yang relatif murah, berkisar dari harga 30.000 sampai dengan 33.000 sekilo.
Satgas Pangan Polda NTB diwakili oleh Kasubdit I Indaksi Ditreskrimsus Polda NTB, Kompol Gede Harimbawa mengatakan, bahwa ketersediaan stok pangan (bapok) di NTB terbilang aman.
"Hasil pemeriksaan ketersediaan stok pangan masih dalam kondisi aman dan masih bisa diatasi," ungkapnya.
Gede Harimbawa berpesan kepada masyarakat agar selektif memilih bahan komoditas pangan yang akan digunakan.
"Semoga semua bisa tercukupi, konsumsi untuk masyarakat dan tidak ada lagi gejolak - gejolak yang terjadi, semoga semua aman dan terkendali," ujarnya.
Kegiatan monitoring oleh Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dilakukan secara terpadu. Yakni dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, Direskrimsus Polda NTB, Bank Indonesia, Dinas Perdagangan NTB, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kanwil Bulog, Dinas Perhubungan, Dinas Ketahanan Pangan, BPS NTB, Dinas Kominfotik dan Biro Ekonomi Setda Provinsi NTB.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3783 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1724 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang