Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kristen Ortodoks Rusia Kecam Pembakaran Al Quran di Swedia: Vandalisme
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kristen Ortodoks Rusia Kecam Pembakaran Al Quran di Swedia: Vandalisme
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kepala Departemen Kemasyarakatan dan Media Synodal Patriarki Kristen Ortodoks Moskow, Vladimir Legoyda, ikut mengecam aksi pembakaran Al Quran di Swedia pekan lalu. Pembakaran Al Quran dilakukan politikus sayap kanan asal Denmark, Rasmus Paludan, dalam demonstrasi menentang Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Stockholm, Swedia.
Warga Swedia berdemo setelah Erdogan meminta Swedia tak lagi melindungi warga Kurdi di negaranya jika ingin direstui gabung Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Legoyda kemudian menganggap pembakaran Al Quran itu sudah melampaui batas penghormatan terhadap kepercayaan setiap orang.
"Pembakaran Al Quran dekat Duta Besar Turki di Swedia adalah aksi vandalisme yang tidak dapat diterima," kata Legoyda dalam Telegram, dikutip dari kantor berita Rusia, TASS.
"Seorang tak boleh meludahi sesuatu yang dianggap suci bagi orang lain. Tak boleh ada yang melewati batas kemanusiaan dan menodai hal-hal sakral sebagai bagian dari perjuangan politik," ujarnya lagi.
Komunitas warga muslim di Rusia sebelumnya mengutuk keras tindakan Paludan yang membakar Al Quran. Kecaman keras juga telah dilontarkan sejumlah negara mayoritas muslim dari Indonesia hingga Arab Saudi.
Di Arab Saudi, mufti besar negara tersebut Sheikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Sheik, mengutuk keras aksi pembakaran Al Quran oleh politikus Swedia tersebut. Al-Sheikh menganggap ulah Paludan tersebut provokatif bagi umat muslim dunia hingga memicu perselisihan dan mendukung ekstremisme.
Ia juga mengutuk otoritas Swedia yang membiarkan seorang politikus melakukan aksi tercela seperti itu.
"Praktik biadab dan provokatif ini hanya akan meningkatkan keimanan umat Islam dengan keyakinan mereka terhadap status Al Quran, karena Al Quran merupakan sumber hukum dan pendekatan yang benar dalam menyebarkan ajaran serta nilai-nilai perdamaian serta kehidupan," ucap Al-Sheikh seperti dikutip kantor berita pemerintah Saudi, SPA, pada Selasa (24/1).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan