Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Krematorium Bahagia Pekutatan Mulai Digunakan, Paket Termurah Rp13 Juta
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah diresmikan Desember 2022 lalu, akhirnya Krematorium Bahagia Pekutatan mulai dimanfaatkan.
Keberadaan Krematorium dinilai termurah di Bali, pasalnya dengan biaya termurah hanya 13 juta untuk kremasi mulai dari nyiraman sampai nganyut dinilai meringankan beban umat. Utamanya saat menyelesaikan karya pitra yadnya.
Dalam pengabenan perdana tersebut turut dihadiri Bupati I Nengah Tamba yang menyaksikan prosesi hingga selesai untuk memastikan segala prosesnya berjalan sesuai dan lancar, Kamis, (26/1/2023).
Kali pertama dimanfaatkannya krematorium Bahagia itu diungkapkanya tidak lepas dari uluran tangan Gubernur Bali I Wayan Koster dalam menyelesaikan masalah masyarakat Bali khususnya di Kabupaten Jembrana, Hal tersebut disampaikan Bupati Tamba saat ditemui usai acara pengabenan.
"Saya Bupati Jembrana mengucapkan terimakasi kepada Gubernur Bali, ini semua atas kemurahan hati beliau membantu kita Kabupaten Jembrana dalam rangka menyiapkan solusi dari masalah masalah yang terjadi dari semeton atau umat yang ada di kabupaten Jembrana, salah satu solusinya adalah krematorium yang sudah berdiri bagus di Desa Adat Pekutatan ini, Jadi hari ini adalah hari pertama dimanfaatkan," ungkapnya.
Bupati Tamba menambahkan proses kremasi di krematorium Bahagaia itu hanya membutuhkan waktu 2 Jam dari proses pemandian (nyiraman) sampai pembakaran, dan berkat adanya Krematorium itu diharapkan dapat meringankan beban keluarga duka dalam pelaksanaan Pitra Yadnya.
"Hari pertama ini kita liat proses dan waktu yang dibutuhkan dalam satu sang lampus (orang meninggal) itu cuman butuh waktu 2 Jam, Semoga ini bermanfaat bagi umat," ujarnya.
Selain itu, kepada penanggung jawab krematorium Bupati Tamba menekankan Krematorium Bahagia tersebut bukan tempat untuk memcari untung, namun untuk membantu beban masyarakat dalam melaksanakan Pitra Yadnya.
"Kepada Jro Bendesa disini sebagai penanggung jawab, distruktural juga ada Kepala Desa ada juga Pak Camat agar menjaga kelanggengan dan menagemen yang ada disini, Ini bukan tempat untuk mencari untung bukan bisnis ini fungsinya membantu warga yang tidak mampu atau warga yang lagi kedukaan, disinilah tempat orang duka kita bantu, simpel tapi manut ring pemargin napi polah palih ring adat sane memargi," pungkas Bupati Tamba.
Dilain sisi, Bendesa adat pekutatan I Made Ariasa mengatakan biaya proses kremasi di Krematorium Bahagia senilai 13 Juta.
"Untuk paket termurah saat ini di Krematorium Bahagia ini senilai Rp13 Juta sampai nganyud sudah termasuk upakara dan angklung, dengan upacara pengabenan Swasta Geni," ucap Made Ariasa.
Sementara itu, pihak keluarga duka I Wayan Suatra, mengaku bersyukur dengan keberadaan Krematorium Bahagia di Pekutatan.
"Pelaksanaan prosesi pengabenan ini sangat luar biasa bagus sekali, titiang juga melihat upakaranya bagus sekali, sudah sesui prosedur pengabenan dan tidak mengurangi arti itu sendiri. Terlebih biayanya itu sendiri hanya Rp13 juta, dibandingkan dengan krematorium lain disini sangat murah sekali, sangat terjangkau oleh masyarakat, saya sebagai keluarga duka merasa sangat terbantu sekali," ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan