Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
DLH Karangasem Upayakan Sosialisasi Pilah Sampah Ketimbang Sanksi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karangasem setidaknya telah membongkar sebanyak 6 tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang ada di kawasan perkotaan.
Pembongkaran itu dilakukan menurut Kadis DLH Karangasem, Drs. I Nyoman Tari, merupakan permintaan masyarakat yang tinggal di sekitar TPS tersebut, lantaran ada indikasi TPS dipenuhi sampah kirimin dari luar wilayah perkotaan.
Namun saat ini yang menjadi persoalan yaitu proses memilah sampah dari rumah, dimana sejauh ini belum begitu maksimal diterapkan oleh masyarakat baik di pedesaan maupun diperkotaan.
"Memang cukup sulit, namun akan terus kita sosialisasi kan, karena TPA sudah overload, kalo kita tidak mau memilah nanti kita bawa kemana sampah-sampah tersebut, " ujar Tari.
Ia mengakui, memang dalam Perbup terkait pemilihan sampah berbasis sumbernya memang ada sanksi yang menanti apabila hal tersebut tidak dilaksanakan. Sanksi tersebut berupa sanksi administrasi daja, namun demikian pihaknya tidak berpatokan untuk pembelian sanksi. Namun ia lebih menekankan upaya sosialisasi kepada masyarakat agar mau memilah sampah demi menjaga lingkungan dan alam dari sampah plastik.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun