Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Mau Ganti Satu Sehat, Data PeduliLindungi Harus Dimusnahkan!
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pada 28 Februari mendatang, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengubah aplikasi PeduliLindungi menjadi Satu Sehat. Namun, menurut Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Wahyudi Djafar, data-data yang ada di PeduliLindungi harus jelas dulu stasusnya. Sebab, kedua aplikasi memiliki tujuan dan pemrosesan data yang berbeda.
Wahyudi mengingatkan kembali bahwa aplikasi PeduliLindungi didesain dan dikembangkan dalam konteks penanganan Covid-19 sebagai aplikasi contact tracing. Jika memang pemrosesan yang dibutuhkan sudah selesai dan tercapai, status data yang ada di dalam aplikasi harus jelas.
"Status datanya itu harus clear, apakah data-data yang selama ini dikumpulkan PeduliLindungi sudah dimusnahkan atau bagaimana statusnya?," kata Wahyudi dalam panggilan telepon.
Atau, lanjut dia, data tersebut akan dikumpulkan untuk kemudian menjadi data agregat dengan tujuan tertentu, misalnya untuk pengembangan sistem kesehatan.
Kemudian juga terkait apakah penggunaan aplikasi PeduliLindungi sudah berakhir atau belum. Sebab, Presiden Joko Widodo baru mengumumkan pencabutan PPKM akhir tahun lalu, tapi belum ada pencabutan status pandemi Covid19. Apakah darurat bencana wabah itu sudah dicabut atau belum.
"Artinya, kalau kemudian aplikasi PeduliLindungi ini digunakan dalam penanganan wabah, dia harus segera dicabut juga ketika presiden sudah mengeluarkan keputusan pencabutan tentang darurat bencana wabah dalam konteks pandemi Covid-19," terangnya.
Soal sistem yang akan dikembangkan menjadi aplikasi Satu Sehat menjadi dua hal yang berbeda, ketika status PeduliLindungi untuk penanganan wabah itu sudah diakhiri.
Baca juga:
Mahasiswa Unsoed Meninggal di Gunung Slamet
Untuk diketahui penggantian PeduliLindungi menjadi Satu Sehat, disebut oleh Kementerian Kesehatan akan mencakup kegunaan yang lebih luas. Di mana, aplikasi ini dirancang tidak untuk Covid-19 saja, tapi seluruh penyakit juga akan ada di sana.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2765 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun