Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Soroti Kesehatan Mental, Saudi Akan Terapkan Kelas Yoga di Universitas
beritabali.com/cnnindonesia.com/Soroti Kesehatan Mental, Saudi Akan Terapkan Kelas Yoga di Universitas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Arab Saudi akan memperkenalkan kelas yoga di sejumlah universitas demi meningkatkan kesehatan fisik dan mental bagi para pelajar dan pengajar. Presiden Komite Yoga Arab Saudi Nouf Al Marwaai mengatakan perguruan tinggi di negara itu berencana meneken beberapa perjanjian dengan lembaganya terkait kelas yoga.
Kampus-kampus itu nantinya bakal mendukung dan mempromosikan kelas yoga selama beberapa bulan ke depan, demikian dikutip Gulf Insider, Minggu (5/3).
Lebih lanjut, Al Marwaai menjelaskan panitia berusaha keras memperkenalkan yoga ke universitas. Ia menekankan betapa penting berlatih yoga demi kesehatan dan kebaikan.
Menurutnya, yoga bukan cuma soal meditasi dan relaksasi tetapi juga mencakup latihan postur dan teknik pernapasan.
"Termasuk latihan postur Asana, teknik pernapasan Pranayama, kontrol otot Bandha, dan kemudian muncul meditasi relaksasi Dhayan dan Yoga Nidra," ungkap Al Marwaai dalam sesi diskusi bertajuk 'Perkembangan dan Promosi di Gim Olahraga Baru di Universitas.'
Di sisi lain, menurut laporan Borgen Project kesehatan mental di Saudi menjadi perhatian mendesak bagi pemerintah.
Di sejumlah daerah, hampir seluruh penduduknya membutuhkan layanan kesehatan mental. Pemerintah pun mengakui kekurangan itu dan mengambil langkah untuk mengurangi jumlah tersebut.
Sejak Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) menjadi Putra Mahkota atau pemimpin de-facto Saudi pada 2017, negara kerajaan Islam terus menerapkan sederet aturan yang lebih moderat.
Misalnya, Saudi mengizinkan gelaran konser, festival budaya, percampuran laki-laki dan perempuan di ruang publik, merayakan natal, tak melarang valentine, membuka bioskop, dan arena olahraga.
Sementara itu, yoga pun dianggap bukan merupakan kebiasaan atau budaya Saudi yang berkiblat pada Islam.
Langkah-langkah tersebut sesuai dengan Visi 2030. Berdasarkan visi tersebut Saudi memang melonggarkan norma dan budaya demi ekonomi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan