Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Paus Mati di Pantai Yeh Leh Jembrana, Benda Ini Ditemukan di Saluran Pencernaan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Paus yang terdampar di Pantai Yeh Leh, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana ternyata berjenis kelamin betina dan masih remaja setelah dilakukan pembedahan nekropsi.
Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan oleh tim medis, paus tersebut sakit di saluran pencernaan dan ditemukan sisa makanan berupa kepala cumi dan juga cacing-cacing yang nanti akan diperiksa di laboratorium.
Selain itu, analisa juga menunjukkan ada sesuatu dengan perairan Indonesia yang mempengaruhi kondisi kesehatan paus tersebut.
Menurut Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Denpasar, Permana Yudiarso, kemungkinan paus tersebut sakit di pencernaannya karena makanan yang tercemar atau terkontaminasi, yang menunjukkan bahwa kondisi laut Indonesia harus dijaga dan dikelola dengan baik.
Permana juga mengimbau masyarakat untuk menjaga laut dari pencemaran dan perusakan agar hewan-hewan yang hidup di laut dapat terlindungi.
"Hasil analisis sampel yang diambil dari paus tersebut akan diumumkan setelah sekitar 3 sampai 4 minggu setelah diuji di laboratorium fakultas kedokteran hewan Universitas Airlangga Surabaya," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2013 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun