Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tren di Amerika, Gen-Z Tinggalkan Smartphone Pilih HP Bodoh
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kebanyakan Gen Z di Amerika Serikat (AS) ternyata tidak tertarik dengan kecanggihan smartphone. Mereka lebih memilih HP jadul atau ponsel bodoh (dumb phone) dengan spesifikasi minim.
Baca juga:
Smartphone 7 Tahun Lagi, Pencipta HP Ungkap Gantinya">'Kiamat' Smartphone 7 Tahun Lagi, Pencipta HP Ungkap Gantinya
Influencer dumb phone, Jose Briones menjelaskan jika para anak muda itu mulai bosan dengan smartphone. "Mereka tidak tahu apa yang terjadi dengan kesehatan mental dan mereka berusaha melakukan pengurangan," kata moderator subreddit, "r/dumbphones.", dari CNBC International, Senin (10/4/2023).
Salah satu pabrikan yang masih menjual ponsel jadul atau feature phone adalah Nokia melalui HMD Global. Penjualan perusahaan yang naik tahun lalu jadi pertanda tren peralihan anak muda ke ponsel tersebut.
HMD global mencatatkan kenaikan penjualan puluhan ribu unit tiap bulannya di AS. Sementara di global yang terjadi sebaliknya, yakni penjualannya mengalami penurunan.
Tahun lalu, Counterpoint Research mencatat 80 persen penjualan feature phone berasal dari wilayah Timur Tengah, Afrika, dan India. Namun sejumlah pihak menyatakan ada pergeseran angka, yakni kemungkinan anak muda di AS kembali pada ponsel bodoh.
"Di Amerika Utara, pasar dumb phone cukup datar," kata Moorhead. "Tapi saya bisa melihatnya meningkat hingga 5 persen dalam lima tahun ke depan jika, berdasarkan masalah kesehatan masyarakat yang ada di luar sana."
Tren serupa juga dilihat oleh perusahaan Punkt dan Light. Mereka menjual perangkat pada mereka yang ingin menghabiskan waktu lebih sedikit pada HP dan media sosial. Banyak influencer juga yang memasarkan ponsel jadul itu di Youtube.
"Light bukan menawarkan 'HP bodoh', tetapi HP yang tujuan penggunaannya lebih spesifik. HP premium, minimum, tidak berarti anti teknologi. Intinya adalah secara sadar memilih bagaimana dan kapan menggunakan teknologi yang menambah kualitas hidup pengguna," kata pendiri Light, Joe Hollier.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2217 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan