Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ma'ruf Amin Soal Potensi Beda Lebaran Tahun Ini: Harus Toleransi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin meminta semua pihak bersikap saling toleransi dan legowo apabila 1 Syawal 1444 H atau Hari Raya Idulfitri tahun ini tak serempak antara pemerintah dan Muhammadiyah.
Baca juga:
Gempa 6,6 Magnitudo di Jawa Terasa di Bali
"Karena itu ditempuh adanya sikap bisa toleransi antara dua kelompok ini masing-masing lebaran sesuai hitungannya. Bahasa Jawanya legowo lah," kata Ma'ruf di sela kunjungan kerja di Gorontalo dalam video diterima, Jumat (14/4).
Ma'ruf menjelaskan perbedaan Hari Raya Idulfitri di Indonesia terjadi lantaran berbeda kriteria pertimbangan terlihatnya hilal atau imkanur rukyat.
Muhammadiyah, kata Ma'ruf, menggunakan metode wujudulhilal atau terpenting melihat wujud hilal walaupun setengah derajat ketika menetapkan 1 Syawal.
Sementara pemerintah, kata dia, menggabungkan metode hisab dan pemantauan hilal atau rukyatul hilal dalam menetapkan 1 Syawal.
Ketika melihat hilal, Ma'ruf mengatakan pemerintah mengacu pada kriteria baru MABIMS yakni posisi hilal harus mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.
"Harus dihitung kalau hisabnya di bawah dua itu tidak imkanur rukyat. Ini kesepakatan termasuk ASEAN itu segitu," ujarnya.
Di sisi lain, Ma'ruf menjelaskan prediksi pelbagai pihak lebaran tahun ini versi pemerintah akan jatuh pada Sabtu (22/4) mendatang.
Sebab, ia mengatakan ketinggian hilal belum mencapai tiga derajat berdasarkan kriteria MABIMS pada Kamis (20/4) petang mendatang.
"Karena belum dua derajat sudah tanggal 29 [Ramadan] itu hari Jumat, malam Jumat itu dikira-kira itu belum imkanur rukyat karena diperkirakan istiqmal namanya, disempurnakan genap 30 hari. Karena 30 hari puasanya makanya jatuhnya (lebaran) Sabtu," ujarnya.
Potensi perbedaan waktu Hari Raya Idulfitri antara pemerintah dan Muhammadiyah tahun ini sempat diutarakan Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin.
Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1444 H akan jatuh pada 21 April. Pemerintah melalui Kemenag bakal menggelar Sidang Isbat untuk menentukan Hari Raya Idulfitri 2023 atau 1 Syawal 1444 H pada Kamis, 20 April mendatang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan