Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Ukraina Akui Perang Berdarah Tersengit Lawan Rusia Terjadi di Bakhmut
beritabali.com/cnnindonesia.com/Ukraina Akui Perang Berdarah Tersengit Lawan Rusia Terjadi di Bakhmut
BERITABALI.COM, DUNIA.
Militer Ukraina melaporkan pertempuran berdarah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir yang terjadi di kota timur Bakhmut. Jumlah korban tewas akibat serangan Rusia terhadap bangunan tempat tinggal di dekat Sloviansk tersebut dilaporkan naik menjadi 11 jiwa.
Pertempuran yang dilaporkan pada Sabtu (14/4) terjadi ketika kementerian pertahanan Rusia mengatakan para pejuang dari kelompok tentara bayaran Wagner telah merebut dua wilayah lagi di Bakhmut.
Wagner telah mempelopori upaya Rusia untuk merebut kota itu sejak musim panas lalu. Perang itu menjadi pertempuran perang terpanjang dan paling mematikan bagi kedua belah pihak.
"Pertempuran berdarah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir terjadi di tengah daerah perkotaan kota," kata Serhiy Cherevatyi, juru bicara komando militer timur Ukraina.
"Tentara kami melakukan segalanya dalam pertempuran berdarah dan sengit untuk menghancurkan kemampuan tempur [musuh] dan mematahkan semangatnya," katanya kepada saluran televisi 1+1.
Sementara Rusia mengklaim telah melakukan keberhasilan serangan di Bakhmut.
"Unit penyerangan Wagner telah berhasil maju, merebut dua distrik di pinggiran utara dan selatan kota," kata kementerian pertahanan Rusia dalam sebuah pengarahan.
Ia menambahkan bahwa unit pasukan terjun payung Rusia mendukung kemajuan yang diklaim dengan menahan pasukan Ukraina di sayap.
Terpisah, Inggris mengatakan dalam pembaruan intelijen pada hari Jumat bahwa pasukan Ukraina telah dipaksa untuk menyerahkan beberapa wilayah di Bakhmut saat Rusia melakukan penyerangan terbaru di sana. Serangan anyar itu dengan tembakan artileri yang intens selama dua hari sebelumnya.
Di dekat Sloviansk, yang terletak sekitar 45 kilometer ke barat laut, pejabat Ukraina mengatakan tim penyelamat telah menemukan mayat dua orang lagi dari bawah puing-puing rumah yang terkena serangan rudal Rusia.
Menurut pejabat Ukraina, tujuh rudal Rusia menghantam lima gedung, lima rumah dan gedung administrasi dalam serangan pada hari Jumat.
Korban sebelumnya melaporkan sembilan orang tewas, termasuk seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang diselamatkan dari puing-puing tetapi meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, dan 21 luka-luka.
Ibu Negara Ukraina Olena Zelenska mengucapkan belasungkawa kepada keluarga anak tersebut selama momentum 'kesedihan yang tak terlukiskan' ini.
Presiden Volodymyr Zelenskyy mengecam Rusia karena "menembaki secara brutal" bangunan tempat tinggal dan "membunuh orang di siang bolong".
Para pejabat Ukraina mengatakan tim penyelamat di Sloviansk terus mencari lima orang yang tersisa di reruntuhan gedung apartemen, serta penghuni tiga unit yang dilaporkan hilang.
Sementara angkatan udara Ukraina mengatakan negara itu akan segera memiliki senjata yang dapat digunakan untuk mencegah serangan seperti yang terjadi pada hari Jumat.
Juru bicara angkatan udara Ukraina Yuriy Ihnat berharap pengiriman sistem pertahanan udara Patriot yang dijanjikan oleh Amerika Serikat segera tiba di Ukraina beberapa saat setelah Paskah.
Negara yang sebagian besar beragama Kristen Ortodoks saat ini sedang bersiap untuk merayakan Paskah pada hari Minggu. Melansir dari Aljazeera, Ihnat menolak untuk memastikan kapan sistem rudal pertahanan bantuan itu akan dikirim.
Kendati demikian ia mengatakan masyarakat akan tahu "segera setelah pesawat Rusia pertama ditembak jatuh".(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan