Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dampak Kasus Meningitis di Bali, Harga Daging Babi Melorot
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Harga daging babi anjlok semenjak munculnya kasus meningitis dengan varian yang sedang ramai yaitu Meningitis Streptococcus Suis (MSS).
"Nggih harga daging babi turun, (penurunan) Rp7.000 sejak dua minggu terakhir, sama di seluruh Bali," kata Ketua Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Bali Ketut Hary Suyasa di Denpasar, Kamis, 27 April 2023.
Baca juga:
3 Gejala Meningitis Yang Muncul Lebih Awal
Hary menyebut mulanya daging babi di Bali merata di harga Rp40 ribu per kilogram, dan hingga hari ini harganya turun menjadi Rp33 ribu per kilogram di pasaran sebagai dampak dari adanya suspek meningitis.
Menurutnya harga daging babi yang anjlok ini kondisinya persis ketika munculnya wabah, padahal penyakit meningitis yang sedang terjadi di Bali saat ini tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh babi.
Hary menekankan agar masyarakat tidak takut mengonsumsi daging babi, asalkan memastikan babi dalam kondisi sehat dan dimasak di atas titik didih.
"Benar (tidak semua meningitis karena daging babi), jangan takut konsumsi daging babi. Babi bukan satu-satunya penular meningitis, semua daging jika terkontaminasi bakteri atau virus meningitis bisa menularkan meningitis jika tidak diolah dengan benar," tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan Bali I Nyoman Gede Anom dalam keterangannya juga menyampaikan hal serupa, yaitu agar masyarakat mengolah makanan dengan benar, yaitu dimasak di atas suhu 80 derajat selsius.
Anom menjelaskan meningitis memiliki banyak jenis seperti disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, parasit, dan non-infeksi, kemudian untuk meningitis bakteri penyebabnya bisa dari hemophilus influenzae, streptococcus pneumoniae, dan neisseria meningitides.
"Meningitis yang ramai diberitakan saat ini karena berhubungan dengan risiko konsumsi olahan babi yang tidak dimasak. Kondisi ini terjadi karena bakteri Streptococcus ditemukan di daging dan darah babi yang mentah, dan bila itu dikonsumsi tanpa dimasak sempurna seperti pada lawar plek akan menyebabkan terjadinya proses infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang," jelasnya.
Dengan demikian ia menegaskan bahwa tidak semua meningitis disebabkan oleh konsumsi daging babi, pun juga Dinkes Bali masih melihat kasus per kasus melalui uji laboratorium. (sumber: medcom.id)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan