Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Wali Kota Muslim Ditolak Ikut Perayaan Idulfitri di Gedung Putih
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dinas Rahasia (Secret Service) Amerika Serikat melarang seorang wali kota Muslim dari Prospect Park, New Jersey, untuk menghadiri perayaan Idulfitri bersama Presiden Joe Biden di Gedung Putih.
Sesaat sebelum tiba di Gedung Putih pada Senin (1/5) waktu setempat, Wali Kota Mohamed Khairullah mengaku menerima telepon dari Gedung Putih. Dalam panggilan telepon itu, pihak Gedung Putih menyebut bahwa Khairullah belum mendapatkan izin masuk dari Secret Service.
Namun Gedung Putih tidak menjelaskan alasan Secret Service melarang pria Muslim itu masuk. Sesaat setelah menerima kabar tersebut, Khairullah langsung memberi tahu Council on American-Islamic Relations (CAIR) tentang penolakan yang ia alami.
Setelah ditelusuri, CAIR menemukan dokumen berupa Kumpulan Data Penyaringan Teroris yang berisi ratusan ribu individu. Dalam dokumen tersebut, didapatkan data seseorang dengan nama dan tanggal lahir yang sama dengan Khairullah.
"Itu membuat saya bingung, kaget dan kecewa. Ini bukan masalah karena saya tidak bisa pergi ke acara itu. Tapi karena alasan yang membuat saya tidak bisa datang, yakni daftar yang menargetkan saya karena identitas saya," kata Khairullah, dikutip dari Associated Press.
Juru bicara Secret Service, Anthony Guglielmi, membenarkan kabar Khairullah tidak diizinkan masuk ke Gedung Putih. Namun ia menolak mengatakan alasannya.
"Meskipun kami menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan, wali kota tidak diizinkan memasuki Gedung Putih. Sayangnya kami tidak dapat berkomentar lebih lanjut tentang cara yang digunakan untuk melakukan operasi keamanan kami di Gedung Putih," tegasnya.
Khairullah adalah pengkritik yang cukup vokal di masa pemerintahan mantan Presiden Donald Trump. Ia cukup keras menentang larangan masuk warga negara dari beberapa negara mayoritas Muslim ke AS, yang ditetapkan oleh Trump.
Dia juga kerap melakukan perjalanan ke Bangladesh dan Suriah untuk melakukan kegiatan kemanusiaan bersama Syrian American Medical Society dan Watan Foundation.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan