Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Dua Pesawat Sultan Brunei akan Menginap Tiga Hari di Bandara Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
General Manager (GM) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan, mengatakan pesawat Sultan Brunei akan menginap selama 3 hari dalam rangkaian KTT ASEAN Summit ke-42, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Handy, selama di Bali sang Sultan yang membawa dua buah pesawat jenis Air Bus type A320 dan Boeing 747-800 ini akan Pulang Pergi (PP) dari Bali ke Labuan Bajo, NTT.
"Itu PP Bajo-Bali," ucapnya, Selasa (9/5/2023).
Ia mengatakan pesawat Boeing 747-800, milik kepresidenan Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah tiba di Pulau Bali Selasa (9/5/2022) sekitar pukul 18.04 WITA.
Maka itu, untuk kebutuhan parking stand pesawat kepresidenan dan delegasi pendukung, Angkasa Pura I telah menyiapkan 18 parking stand khusus di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali untuk lokasi parkir pesawat selama penyelenggaraan KTT ASEAN 2023.
Handy menambahkan, untuk contingency plan, Angkasa Pura I juga menyiapkan tiga bandara pendukung sebagai lokasi parkir pesawat jika diperlukan, yakni Bandara Internasional Lombok dengan 6 parking stand, Bandara El Tari Kupang dengan 4 parking stand, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan 8 parking stand.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3893 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2857 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2043 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1997 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1805 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun