Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
"Nemesis" Inovasi Pokmaswas Penimbangan Lestari, Jaga Ekosistem Pantai Penimbangan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Melihat potensi Kabupaten Buleleng yang memiliki wilayah pesisir terluas di Provinsi Bali dengan berbagai kekayaan biota laut yang dimiliki.
Namun hal tersebut harus diikuti dengan berbagai langkah pemeliharaan kondisi pesisir yang harus tetap digencarkan dari berbagai ancaman salah satunya abrasi di pesisir laut.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) di Buleleng yaitu Pokmaswas Penimbangan Lestari yang memiliki inovasi bernama Nemesis dengan berbagai manfaat untuk keberlangsungan pesisir khususnya di Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng.
Ditemui pada lokasi pembuatan Menesis, Jumat (12/5,) salah satu anggota Pokmaswas Penimbangan Lestari Kadek Teguh menjelaskan bahwa Nemesis yang mengadopsi nama dari filosofi Yunani yang memiliki arti "memberikan sesuatu yang sudah sepantasnya" itu, pada awalnya dibuat untuk melindungi pesisir pantai dengan menggunakan gugusan karang.
Baca juga:
Raih WTP Sembilan Kali Beruntun, Buleleng Jadi Percontohan Penerapan Aplikasi SIPD di Bali
Dijelaskannya juga bahwa Nemesis ini memiliki fungsi lain seperti pemecah gelombang, sebagai media tranplantasi karang, sebagai media untuk pemungut sampah alami, sebagai media untuk meletakkan satwa laut yang mati, serta jika ada suatu riset / penelitian bisa di taruh disana sehingga aman.
Selain itu, karena dilihat Pantai Penimbangan memiliki pergerakan pasir yang aktif. Alhasil, saat musim gelombang besar, pasir bisa tertarik hingga satu setengah meter ke tengah. Kemudian menimbun Nemesis tersebut sehingga secara otomatis pasir itu ditahan agar tidak turun sampai ketengah.
“Dari sisi fungsi sudah mulai terlihat, dengan jalan meletakkan Nemesis tersebut pada kedalaman 5-6 meter," jelasnya.
Lebih lanjut, diterangkan Kadek Teguh bahwa Nemesis yang mengambil bentukan seperti Hexagon tersebut dijadikan sebagai indukan karang yang diambil hanya sekali, selanjutnya dari indukan tersebut bisa ditransplantasi untuk kemudian dipasang pada tempat yang baru sehingga tidak mengambil lagi di alam secara berkelanjutan dengan jangka waktu pertumbuhan karang tersebut sampai bisa lengket sekitar 3 minggu.
Adapun teknis dari pembuatan Nemesis tersebut dimulai dari bekisting/kerangka awal sesuai dengan model yang sudah ditentukan, dan di dalamnya dibuat tulangan sedemikan rupa yang mana ukuran Nemesis ini berbeda satu sama lain.
Nemesis ini dalam pembuatannya membutuhkan kurang lebih 54 balok yang dikunci satu sama lain menggunakan besi berukuran 12 mm dengan kisaran dana yang dibutuhkan untuk membuat satu unitnya mencapai 30 Juta Rupiah, dan hingga kini total Nemesis yang telah dibuat oleh Pokmaswas Penimbangan Lestari sudah mencapai 3 unit.
"Semoga dengan inovasi ini membuat Pantai Penimbangan lebih maju, serta dapat menjadi percontohan dari daerah lain di Kabupaten Buleleng dalam hal pemeliharaan pesisir," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan