Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Putin Kerahkan Senjata Nuklir Taktis 7 Juli
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan segera mengerahkan senjata nuklir taktisnya ke Belarusia, bulan depan. Hal ini terungkap dalam pertemuannya dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko akhir pekan kemarin.
Sebagaimana dikutip Associated Press (AP), pekerjaan pembangunan fasilitas senjata nuklir di tetangga Moskow itu akan selesai 7-8 Juli. Setelahnya senjata nuklir taktis itu akan dipindah ke Minsk.
Langkah itu dilakukan di tengah serangan balasan Ukraina yang meningkatkan di beberapa sektor garis depan perang. Analis juga mengatakan ini menjadi "tekanan" baru bagi Rusia ke Barat.
"Semuanya berjalan sesuai rencana," kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi saat dia menjamu Lukashenko di kediamannya di resor Laut Hitam Sochi, dikutip dar Associated Press, Senin (12/6/2023)
"Pada 7-8 Juli, persiapan fasilitas terkait akan selesai dan kami akan segera memulai aktivitas yang terkait dengan pengerahan senjata tersebut di wilayah Anda," tegasnya.
Senjata nuklir taktis mengarahkan ke senjata yang dimaksudkan untuk menghancurkan pasukan dan senjata musuh di medan perang. Senjata itu memiliki jangkauan yang relatif pendek dan hasil yang jauh lebih rendah daripada hulu ledak nuklir yang dipasang pada rudal strategis jarak jauh yang mampu melenyapkan seluruh kota.
Putin awalnya mengumumkan rencana pengerahan senjata nuklir taktis awal tahun ini. Hal tersebut sebagai peringatan bagi Amerika Serikat (AS) dan NATO karena meningkatkan dukungan militer untuk Ukraina.
Rusia sendiri tidak mengatakan berapa banyak senjata nuklir yang akan dikirim ke Belarusia. Namun Washington menerka Kremlin memiliki sekitar 2.000 senjata nuklir taktis yang meliputi bom yang dapat dibawa oleh pesawat, hulu ledak untuk rudal jarak pendek dan peluru artileri.
"Putin dan bonekanya Lukashenko berencana untuk mengerahkan senjata nuklir di Belarus sebelum KTT NATO di Vilnius pada Juli," kata pemimpin oposisi Belarusia yang diasingkan, Sviatlana Tsikhanouskaya.
"Ini adalah pemerasan yang kasar, upaya untuk memaksa Eropa mundur, tetapi kami tidak dapat membiarkan diktator menghindari hukuman atas pemerasan nuklir," tambahnya.
Sebelumnya, Rusia menggunakan wilayah Belarusia untuk mengirim pasukannya ke Ukraina di awal-awal serangan Putin ke Kyiv. Februari 2022. Rusia menyimpan pasukan dan senjata di wilayah sekutunya.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan