Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Putin Umumkan Senjata Nuklir Taktis Rusia Sudah Tiba di Belarus
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa senjata nuklir taktis Rusia sudah berada di Belarus. Kabar itu dikonfirmasi Putin dalam forum ekonomi Rusia di St Petersburg, Jumat (16/6).
Putin menjelaskan hulu ledak nuklir yang sudah terletak di wilayah Belarus itu merupakan bagian pertama pengerahan senjata taktis Rusia. Ia pun mengklaim masih akan mengerahkan senjata nuklir lain ke negara itu pada musim panas atau akhir tahun.
"Seperti yang Anda ketahui, kami sedang bernegosiasi dengan sekutu kami, [Presiden Belarus] Lukashenko, bahwa kami akan mengirim sebagian senjata nuklir ke wilayah Belarus-ini sudah dilakukan," ungkap Putin, seperti diberitakan Reuters.
"Hulu ledak nuklir pertama telah dikirim ke wilayah Belarus. Tapi baru yang pertama, bagian pertama. Kami akan melakukan pekerjaan ini sepenuhnya pada akhir musim panas atau akhir tahun," lanjutnya.
Diberitakan Reuters, pengerahan hulu ledak itu merupakan yang pertama dilakukan di luar Rusia sejak jatuhnya Uni Soviet. Nuklir jarak pendek itu berpotensi digunakan di medan perang.
Putin mengatakan pengerahan itu dilakukan sebagai peringatan kepada negara Barat yang mendukung hingga mempersenjatai Ukraina. Ia mengklaim senjata nuklir yang sebagian sudah berada di Belarus itu menjadi elemen pencegahan sekaligus menegaskan posisi Rusia.
"... Justru sebagai elemen pencegahan sehingga semua orang yang berpikir dapat menimbulkan kekalahan strategis atas kami tidak mengabaikan keadaan ini," ucap Putin.
Baca juga:
Putin Panik, Pasukan Andalan Rusia 'Membangkang'">Putin Panik, Pasukan Andalan Rusia 'Membangkang'
Sementara itu, pengerahan senjata nuklir taktis di Belarus sudah diumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak pekan lalu. Ia menyebut pengerahan dilakukan setelah fasilitas penyimpanan khusus selesai disiapkan.
Keputusan pengerahan dan penempatan senjata taktis Rusia di Belarus juga diumumkan beberapa pekan sebelumnya, yakni pada Maret lalu. Atas langkah itu, Amerika Serikat telah menyampaikan kecaman terhadap Rusia.
Belarus sebelumnya telah menerima sistem rudal taktis Iskander-M. Disebutkan, Iskander memiliki jangkauan ledak hingga 500 kilometer.
Belarus mengatakan pesawat Sukhoi-25 telah diadaptasi untuk membawa hulu ledak tersebut. Jet Sukhoi-25 memiliki jangkauan hingga 1.000 kilometer.
Artinya, jika senjata diluncurkan dari pangkalan udara utama Belarus di luar Minsk, rudal itu berpotensi mencapai hampir seluruh Eropa Timur, termasuk di antaranya negara-negara anggota NATO.
Sebab, negara sekutu Rusia itu berbatasan dengan tiga negara anggota NATO, yakni Lituania, Latvia, dan Polandia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1977 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun