Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pasar Rakyat Blahbatuh Sepi, Pedagang Pilih Jualan di Emperan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sama seperti Pasar Rakyat Gianyar, kondisi Pasar Rakyat Blahbatuh tak jauh beda. Pasar Rakyat Blahbatuh tak banyak dikunjungi oleh pembeli sehingga kondisi pasar tampak sepi. Pedagang pun mengeluhkan kondisi tersebut.
Salah satu pedagang, Komang Eniyasih, menyatakan kondisi pasar Blahbatuh sejak awal dibangun hanya ramai di awal saja. “Awal saja ramai, tapi yang bikin ramai cuma pedagang saja,” ujar dia, Rabu (21/6).
Lambat laun, pasar itu seolah ditinggal oleh pembeli. “Karena posisi jauh. Masuk ini, tidak strategis,” keluh dia.
Pembeli, menurut dia, kini punya cara berbeda. Yakni belanja di warung yang dekat dengan rumah mereka. “Sekarang pasar kalah sama warung. Harga juga sama, minyak, sembako, sayur sama saja harganya,” ujarnya.
Akibat sepi pembeli, pedagang banyak yang keluar pasar. Mereka memilih jualan di emperan. “Mau gimana lagi, dari pada gak dapat jualan,” terang dia.
Sementara itu, kondisi pasar rakyat Blahbatuh dari luar sudah mulai keropos. Sejumlah tulisan tampak copot dari tempatnya. Meski kurang geliat, namun tetap beroperasi dengan jumlah putaran uang yang kecil.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2730 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2024 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1958 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1798 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun