Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Wagub Cok Ace Hadiri Rangkaian Karya Pitra Yadnya Banjar Adat Kutuh Kelod
Bentuk Bhakti kepada Leluhur dan Gotong Royong
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Sukawati didampingi oleh Penglingsir Puri Saren Ubud menghadiri rangkaian Karya Pitra Yadnya, Nglungah, Metatah, Ngasti lan Mendak Nuntun Banjar Adat Kutuh Kelod, Desa Adat Kutuh, Minggu (9/7).
Karya Pitra Yadnya ini sendiri rutin dilaksanakan setiap 5 tahun di Banjar Adat Kutuh Kelod. Terdapat tiga jenis Karya Pitra Yadnya yang diselenggarakan oleh Banjar Adat Kutuh Kelod antara yaitu upacara Atma Wedana, upacara Ngelungah dan upacara Metatah.
Atma wedana sendiri merupakan upacara yang bertujuan untuk mensucikan atma pitara seusai upacara ngaben dilakukan sebelum melinggihang atau memposisikan atma sang leluhur.
Upacara ngelungah adalah upacara pengabenan jika sawa yang meninggal masih berupa janin yang sudah sempurna atau anak yang belum tanggal gigi. Sedangkan upacara metatah, mepandes atau mesangih merupakan upacara potong gigi yang dilakukan ketika anak telah memasuki usia remaja sebagai bentuk pembersihan dan pengendalian diri dari enam musuh dalam diri manusia yang disebut Sad Ripu.
Prajuru Banjar Kutuh Kelod menyampaikan bahwa untuk tahun ini jumlah peserta Karya Pitra Yadnya Atma Wedana mencapai 42 sawa, peserta ngelungah 11 sawa dan peserta metatah atau mepandes mencapai 27 orang. Semua peserta merupakan krama Banjar Adat Kutuh Kelod yang mana kegiatan karya juga dilaksanakan dengan diakomodir oleh Banjar Adat.
Disisi lain Wakil Gubernur Bali sangat mengapresiasi pelaksanaan Karya Pitra Yadnya ini. Menurutnya karya ini merupakan bentuk Sradha Bhakti para sentana kepada leluhurnya.
Cok Ace juga berharap kegiatan ini dapat terus rutin dilaksanakan oleh krama banjar adat sehingga dapat membantu para krama dan sentana untuk melaksanakan kewajibannya kepada leluhur. Dengan pelaksanaan yang dilaksanakan secara gotong-royong seperti ini menurutnya tentu akan sangat meringankan dalam hal biaya yang perlu dikeluarkan terlebih jika karya tersebut dikoordinir oleh banjar atau desa adat, tentu pembiayaannya akan jauh lebih murah.
Krama Banjar Adat Kutuh kelod juga menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Bali karena telah turut memberikan perhatian serta ngerastiti yadnya masyarakat Kutuh Kelod. Sementara puncak karya pitra yadnya akan dilaksanakan pada Soma Paing Warigadian, 10 Juli 2023.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6038 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan