Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Benda Pusaka yang Dikembalikan Belanda akan Disimpan di Museum Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejumlah benda bersejarah termasuk barang pusaka yang dikembalikan Belanda ke RI, akan disimpan di Museum Bali.
Hal ini diungkapkan Gubernur Bali I Wayan Koster di Kantor DPRD Bali, Rabu (12/7).
Dia tidak merinci berapa total pusaka yang akan masuk Museum Bali tersebut. Namun dia memastikan satu di antara pusaka yang akan dipulangkan adalah keris peninggalan Perang Puputan Klungkung yang diambil Belanda.
Baca juga:
472 Benda Bersejarah Indonesia akan Dikembalikan dari Belanda, Salah Satunya Keris dari Klungkung
Koster mengatakan penyimpanan di Museum Bali merujuk pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
"Dan banyak peninggalan kita yang ada di museum Belanda nanti kita tarik semuanya oleh repatriasi. Asalkan kita sudah punya kesiapan untuk pelihara," kata Koster.
"Kita kan punya museum dan itu sudah menjadi milik negara," ujarnya.
Seperti diketahui, ada 472 Koleksi benda bersejarah dikembalikan Pemerintah Belanda ke Pemerintah Indonesia di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda, pada Senin (10/7).
Keputusan ini dibuat oleh Sekretaris Negara untuk Kebudayaan dan Media Belanda Gunay Uslu atas rekomendasi Komite Penasihat Pengembalian Benda Budaya dari Konteks Kolonial yang dikepalai Lilian Goncalves-Ho Kang You.
"Atas permintaan Indonesia dan Sri Lanka, Belanda akan mengembalikan 472 objek budaya penting ke Indonesia dan enam ke Sri Lanka," bunyi pernyataan pemerintah Belanda yang diterima melalui Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Kamis (6/7).
"Benda-benda itu dibawa secara tidak sah ke Belanda selama masa kolonial, diperoleh di bawah paksaan atau dengan penjarahan."
Penyerahan koleksi benda bersejarah ini diterima secara langsung oleh perwakilan Pemerintah Indonesia, yakni Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid.
"Indonesia, dalam hal ini Kemendikbudristek, akan melakukan konservasi dan pemanfaatan terbaik untuk benda-benda budaya ini," kata Hilmar Farid dalam keterangannya, Selasa (11/7). (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan