Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gelombang Panas di Eropa, Italia Terpanggang Hingga 48 Derajat Celsius
beritabali.com/cnnindonesia.com/Gelombang Panas di Eropa, Italia Terpanggang Hingga 48 Derajat Celsius
BERITABALI.COM, DUNIA.
Italia mengeluarkan risiko kesehatan ekstrem di 16 kota termasuk Roma pada pekan ini saat gelombang panas memanggang Eropa.
Peneliti iklim di European Space Agency (ESA) mengatakan temperatur bisa mencapai 48 derajat Celsius di Pulau Sicily dan Sardinia. Angka itu berpotensi menjadi yang terpanas pernah direkam di Eropa.
Sementara di Roma dikatakan suhu bisa menyentuh 44 derajat Celsius.
Kementerian Kesehatan Italia menyarankan warga menjaga hidrasi, makan lebih ringan dan menghindari paparan sinar matahari antara pukul 11.00 hingga 18.00.
ESA memperingatkan bahwa gelombang panas di Eropa baru saja dimulai. Spanyol, Prancis, Jerman dan Polandia diperkirakan bakal mendapatkan suhu lebih ekstrem lagi.
Yunani menutup Akropolis Athena untuk hari kedua berturut-turut pada Sabtu saat suhu panas sedang ganas.
Sementara itu ada kekhawatiran bekerja di luar ruangan setelah seorang pekerja konstruksi 44 tahun di Italia meninggal usai pingsan di pinggir jalan pada awal pekan ini.
Otoritas di Spanyol memperingatkan gelombang panas tidak cuma melanda area selatan yang memang biasanya terpapar matahari, tetapi juga di bagian utara negara yang biasanya lebih dingin.
Suhu di kota Seville, Cordoba dan Granada sudah mencapai 40 derajat Celsius.
Panas adalah salah satu bahaya alam paling mematikan. CNN.com menjelaskan lebih dari 61 ribu orang tewas dalam gelombang panas di Eropa pada tahun lalu.
Gelombang panas pada tahun ini, yang dinamakan Cerberus oleh Masyarakat Meteorologi Italia, telah mendorong kekhawatiran lebih lanjut atas kesehatan masyarakat, terutama karena bertepatan dengan salah satu periode tersibuk turis musim panas di Eropa.
Eropa bukan satu-satunya area yang terkena suhu ekstrem. Gelombang panas berbahaya selama berminggu-minggu di Amerika Serikat juga diperkirakan bakal semakin parah pekan ini, ada lebih dari 90 juta orang yang bisa terdampak.
Cuaca ekstrem bahkan sampai ke Australia dengan Sydney mengalami cuaca hangat di musim dingin.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5903 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2594 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan