Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Komunitas Guru Penggerak Badung Gelar Penyamaan Persepsi
Rangkaian BEF 2023
BERITABALI.COM, BADUNG.
Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Badung, melaksanakan kegiatan Penyamaan Persepsi Penggerak Komunitas Belajar dalam Sekolah, serangkaian kegiatan Badung Education Fair (BEF) Tahun 2023.
Kegiatan yang digelar di Ruang Kertagosana Puspem Badung, Senin 17 Juli 2023, dihadiri perwakilan dari 200 sekolah di Badung.
Menurut Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar, Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja, kegiatan ini merupakan penyamaan persepsi terhadap pentingnya komunitas belajar satuan pendidikan. Komunitas Belajar merupakan salah satu media pembelajaran untuk peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Rekan-rekan tenaga pendidik di semua jenjang diharapkan bisa mengasah kepekaan terhadap isu-isu strategis, baik di sekolah sendiri maupun di luar sekolah melalui diskusi pada Komunitas Belajar. Seperti misalnya terkait issue bullying atau perundungan.
"Dengan komunitas belajar ini diharapkan dapat menggali lebih dalam lagi isu-isu strategis permasalahan yang terjadi, sehingga menemukan suatu solusi yang arahnya pada transformasi pendidikan. Dimana sistem pendidikan diharapkan bisa menjangkau seluruh siswa yang disebut pembelajaran berdiferensiasi. Karena semua siswa itu berbeda beda kemampuan, minat dan bakatnya sehingga perlu ada penyesuaian berdasarkan kebutuhan," kata Rai ditemui usai membuka kegiatan.
Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini, di Kabupaten Badung perlahan sudah mengarah pada sistem pembelajaran berdiferensiasi. Karena hal ini menurutnya juga sesuai dengan kurikulum merdeka belajar.
"Anak anak dimerdekakan untuk belajar. Bagaimana cara belajarnya berbeda-beda tergantung kemampuan masing-masing. Tidak ada lagi istilah dipaksa arau drilling atau menyeragamkan, karena setiap siswa dan satuan pendidikan itu karakternya berbeda," tegasnya.
Menurut Koordinator Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Badung, I Made Suardana, S.Pd., M.Pd., penyamaan persepsi ini merupakan salah satu kegiatan serangkaian Badung Education Fair 2023. Kegiatan ini kata Suardana yang juga Kepala SMP Negeri 5 Abiansemal, digelar untuk menyamakan persepsi terkait komunitas belajar yang ada di sekolah. Tujuannya adalah, bagaimana menggerakkan komunitas belajar di sekolah masing masing.
"Kita dari komunitas guru penggerak di Badung, berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Badung, melalui kegiatan BEF 2023, yang salah satunya adalah ingin menggerakkan semua komunitas utamanya komunitas belajar yang ada di sekolah. Dengan harapan, komunitas belajar yang ada di masing-masing sekolah, terkait pelaksanaan merdeka belajar, bisa terlaksana dengan baik," ucapnya.
Lebih lanjut menurutnya, untuk BEF tahun 2023 ini, dirancang beberapa kegiatan. Salah Satunya berbentuk Workshop, Seminar. Training of Train (ToT), Lomba Guru. Lomba Siswa, dan puncaknya akan ada pameran pendidikan, pada bulan Agustus 2023.
Sementara, terkait kegiatan penyamaan persepsi ini, pihaknya menghadirkan pembicara dari guru penggerak yang sudah terpilih sebagai narasumber yang akan menggerakkan komunitas belajar di sekolah-sekolah. Harapan kedepan, sistem pendidikan di Badung yang saat ini sudah baik, bisa semakin meningkat. Begitu juga masyarakat bisa melihat bagaimana pendidikan di Badung bisa berkontribusi untuk siswa, yang tentunya pada akhirnya bisa mengantarkan mereka menjadi orang-orang sukses.
Sementara, Ketua panitia BEF 2023, Nengah Agus Dwipayana, menyampaikan, kegiatan penyamaan persepsi ini merupakan sosialisasi terkait komunitas belajar. Ini kata dia merupakan salah satu program pada BEF 2023 untuk memperkenalkan seperti apa program di BEF. Ini juga salah satu kegiatan yang dapat masuk langsung menyasar ke sekolah. Karena penggerak komunitas ini akan belajar bersama di komunitasnya. "Tujuannya agar memperkenalkan seperti apa BEF 2023 dan memperkenalkan suatu komunitas belajar serta bagaimana kegiatan di komunitas itu agar tidak hanya sekedar membentuk komunitas sudah selesai. Namun harus ada kegiatan lebih lanjut," ucapnya.
Menurut salah seorang Pembicara, I Made Edi Juniawan, yang juga selaku pengajar penggerak Komunitas menyampaikan, materi yang dibawakan yakni bagaimana sekolah agar memiliki komunitas belajar, sehingga peran dalam mengelola komunitas di sekolah, bisa maksimal. Yang nantinya diharapkan komunitas ini menjadi penggerak kegiatan belajar di sekolah. "Jadi secara terstruktur dan terorganisasi, sehingga mereka bisa melakukan kegiatan pembelajaran khusus untuk kebutuhan belajar murid. Jadi orientasinya adalah fokus kepada murid dan untuk murid," katanya.
Diharapkan setelah kegiatan ini, bagi sekolah yang belum membentuk komunitas, agar membuat komunitas. Sedangkan, untuk sekolah yang sudah membentuk komunitas agar segera melanjutkan program-programnya. "Ini nantinya akan berdampak pada pengembangan sekolah dan pengembangan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang berorientasi kepada kebutuhan belajar murid," ucapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan