Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Rusia Bombardir Pelabuhan Utama Ukraina, Picu Harga Gandum Meroket
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia membombardir pelabuhan pedalaman utama Ukraina, Izmail, di seberang Sungai Danube pada Rabu (2/8).
Imbas serangan ini, harga biji-bijian global naik. Pelabuhan Izmail terletk di muara Sungai Killia, Danube.
Di Danube ada dua pelabuhan lain yakni Pelabuhan Laut Ust di Teluk Zhebriyans?ka Laut Hitam dan di muara Ochakiv muara Delta serta Pelabuhan Reni di tepi kiri Sungai Donau.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksandr Kubrakov mengatakan serangan Rusia merusak hampir 400 ribu ton gandum yang siap dikirim ke negara-negara Afrika, China, dan Israel. Ia juga mengatakan infrastruktur Pelabuhan Danube hancur.
"Gandum Ukraina sangat diperlukan dunia dan tak bisa digantikan oleh negara lain mana pun di tahun-tahun mendatang," tulis Kubrakov di Facebook.
Ia kemudian berujar, "Pelabuhan Izmail mengalami kerusakan paling parah, termasuk terminal dan infrastruktur Perusahaan Pengiriman Danube."
Menanggapi serangan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Moskow sedang bertempur untuk bencana global.
"Dalam kegilaan mereka, mereka ingin pasar pangan dunia runtuh, mereka perlu krisis harga, mereka perlu gangguan pasokan," ujar Zelensky saat pidato, seperti dikutip Reuters.
Akibat serangan Rusia, harga gandum ChicagoWv1 naik hampir 5 persen karena sejumlah pihak khawatir soal pasokan.
Kantor berita media di Rusia, RIA, melaporkan kerusakan infrastruktur yang berbeda dari Ukraina. Menurut mereka infrastruktur yang terkena dampak adalah perumahan tentara bayaran asing dan perangkat keras militer.
RIA tak memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya. Reuters juga tak dapat memverifikasi laporan tersebut.
Pada pertengahan Juli lalu, Rusia memblokade lalu lintas di pelabuhan Laut Hitam Ukraina dan ogah memperpanjang perjanjian ekspor gandum.
Berdasarkan data pelacakan kapal komersial, lusinan kapal internasional berhenti dan berlabuh di mulut Danube. Dari jumlah kapal itu, banyak yang terdaftar tiba di Izmail untuk menembus blokade Rusia.
Pelabuhan Sungai Danube Ukraina menyumbang sekitar seperempat dari ekspor biji-bijian. Biji-bijian ini kemudian dikirim ke pelabuhan Constanta di Laut Hitam Rumania.
Pemerintah Kyiv mengambil langkah itu agar kapal internasional langsung menuju pelabuhan Danube dan memuat langsung barang yang diekspor.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan