Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Rusia Bombardir Pelabuhan Utama Ukraina, Picu Harga Gandum Meroket
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia membombardir pelabuhan pedalaman utama Ukraina, Izmail, di seberang Sungai Danube pada Rabu (2/8).
Imbas serangan ini, harga biji-bijian global naik. Pelabuhan Izmail terletk di muara Sungai Killia, Danube.
Di Danube ada dua pelabuhan lain yakni Pelabuhan Laut Ust di Teluk Zhebriyans?ka Laut Hitam dan di muara Ochakiv muara Delta serta Pelabuhan Reni di tepi kiri Sungai Donau.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Oleksandr Kubrakov mengatakan serangan Rusia merusak hampir 400 ribu ton gandum yang siap dikirim ke negara-negara Afrika, China, dan Israel. Ia juga mengatakan infrastruktur Pelabuhan Danube hancur.
"Gandum Ukraina sangat diperlukan dunia dan tak bisa digantikan oleh negara lain mana pun di tahun-tahun mendatang," tulis Kubrakov di Facebook.
Ia kemudian berujar, "Pelabuhan Izmail mengalami kerusakan paling parah, termasuk terminal dan infrastruktur Perusahaan Pengiriman Danube."
Menanggapi serangan itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Moskow sedang bertempur untuk bencana global.
"Dalam kegilaan mereka, mereka ingin pasar pangan dunia runtuh, mereka perlu krisis harga, mereka perlu gangguan pasokan," ujar Zelensky saat pidato, seperti dikutip Reuters.
Akibat serangan Rusia, harga gandum ChicagoWv1 naik hampir 5 persen karena sejumlah pihak khawatir soal pasokan.
Kantor berita media di Rusia, RIA, melaporkan kerusakan infrastruktur yang berbeda dari Ukraina. Menurut mereka infrastruktur yang terkena dampak adalah perumahan tentara bayaran asing dan perangkat keras militer.
RIA tak memberikan bukti untuk mendukung pernyataannya. Reuters juga tak dapat memverifikasi laporan tersebut.
Pada pertengahan Juli lalu, Rusia memblokade lalu lintas di pelabuhan Laut Hitam Ukraina dan ogah memperpanjang perjanjian ekspor gandum.
Berdasarkan data pelacakan kapal komersial, lusinan kapal internasional berhenti dan berlabuh di mulut Danube. Dari jumlah kapal itu, banyak yang terdaftar tiba di Izmail untuk menembus blokade Rusia.
Pelabuhan Sungai Danube Ukraina menyumbang sekitar seperempat dari ekspor biji-bijian. Biji-bijian ini kemudian dikirim ke pelabuhan Constanta di Laut Hitam Rumania.
Pemerintah Kyiv mengambil langkah itu agar kapal internasional langsung menuju pelabuhan Danube dan memuat langsung barang yang diekspor.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan