Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kontingen Pramuka Mulai Tiba di Indonesia dari Jambore di Korsel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkap kontingen asal Indonesia peserta Jambore Pramuka Dunia 2023 di Korea Selatan telah pulang ke Tanah Air. Para kontingen dipulangkan lebih cepat usai acara dibubarkan karena kekhawatiran potensi topan Khanun di lokasi.
"Mereka sudah kembali. Tadi saya di-update dari Korsel dari KBRI mereka sudah mulai kembali pada hari ini. Saya sudah terima foto-fotonya mereka sudah di Bandara," kata Retno di Jakarta, Sabtu (12/8), diberitakan detik.com.
Kondisi para kontingen baik menurut Retno, kepulangan mereka dikatakan dilakukan secara bertahap.
Jambore Pramuka Dunia 2023 digelar di Buan, Jeolla, Korea Selatan terganggu berbagai hal, mulai dari gelombang panas, topan dan tuduhan salah tata kelola.
Acara ini diikuti sekitar 43 ribu peserta, kebanyakan 14-18 tahun, termasuk 1.569 peserta dari Indonesia. Mereka berkumpul sejak 1 Agustus 2023 untuk mengikuti acara yang dijadwalkan selama 12 hari.
Panitia memutuskan mengevakuasi peserta dari perkemahan Saemangeum karena laporan topan Khanun yang bakal menerjang lokasi. Jambore dibubarkan agar mencegah kejadian tak diinginkan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2813 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun