Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Kasus Bule Brasil Diperkosa Ojol, Dispar Bali: Jangan Sampai Terulang Lagi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pelaku pariwisata menanggapi kasus pemerkosaan terhadap turis Brasil yang diduga dilakukan driver ojol (ojek online).
Dikhawatirkan hal ini akan mencoreng pariwiata Indonesia, khususnya di Bali. Hal itu juga menjadi perhatian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan pemerintah provinsi Bali.
Menurut Kepada Dinas Pariwisata atau Kadispar Bali Tjok Bagus Pemayun, menjelaskan pihaknya terus mengawal kasus tersebut. Saat ini kasus sedang ditangani Polresta Kota Denpasar yang mendapat bantuan dari pengelola ojol dalam mengurus kasus tersebut.
"Kita banyak dibantu dan didukung pihak pengelola ojol sehingga kita bisa cepat mengurus kasus ini. Kita sama-sama berharap kasus ini jangan sampai mencederai pamor Bali maupun pengelola ojek online," kata Tjok Bagus dalam The Weekly Brief with Sandi Uno yang digelar secara hybrid di Jakarta, Senin (14/8/2023).
"Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Sampai saat ini turis asing ke Bali sudah mencapai angka 2,9 juta kunjungan. Kita berharap jumlahnya semakin meningkat sampai akhir tahun ini dan tentunya harus membuat para wisatawan merasa aman dan nyaman," sambungnya.
"Iya tentunya kita berharap masalah ini bisa segera diselesaikan dan jangan sampai terulang lagi. Kita selalu mendukung pariwisata Bali yang aman, nyaman dan berkelanjutan," timpal Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Sementara itu, sejumlah pengemudi ojek daring atau ojol di Bali meminta pelaku pemerkosaan terhadap turis asal Brasil dihukum berat karena merusak citra pengemudi ojek di Pulau Dewata.
{bbseparatot}
"Kami berharap konsumen tidak menyamaratakan kelakuan WD dengan ojol lainnya," kata pengemudi ojek daring Adi Putra di Denpasar, Minggu, 13 Agustus 2023.
Pengemudi ojek daring lain, Gunawan yang tergabung dalam komunitas Bikers Online di Pulau Dewata itu mengecam aksi keji pelaku pemerkosaan wanita Brasil, Wangkadesh Dever (WD).
"Kalau bisa dihukum kebiri karena mencoreng ojol. Apalagi, kami juga ada pengemudi perempuan, kami sangat menjaga itu," ujarya.
Senada dengan Gunawan, pengemudi daring lainnya, Suryadi, berharap pelaku yang berusia 21 tahun itu dihukum setimpal karena meresahkan pekerjaannya sehari-hari. Menurut dia, setelah kejadian itu merugikan citra ojol dan dikhawatirkan konsumen enggan menggunakan jasanya. Padahal, menjadi ojol adalah mata pencaharian setelah sebelumnya terdampak pandemi COVID-19.
"Beberapa hari setelah ada kejadian soal WD itu memang sempat bikin pesanan turun. Untungnya sekarang sudah mulai normal lagi," imbuh Suryadi, di Bali.
Di sisi lain, dia mengapresiasi aparat berwajib yang bisa segera menangkap pelaku bekerja sama dengan aplikator ojek daring, Grab, tempat pelaku bekerja sebagai ojol. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 731 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan