Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Kabel Kereta Gantung Pakistan Putus, 8 Orang Terjebak 14 Jam di Udara
beritabali.com/cnnindonesia.com/Kabel Kereta Gantung Pakistan Putus, 8 Orang Terjebak 14 Jam di Udara
BERITABALI.COM, DUNIA.
Delapan penumpang kereta gantung di Pakistan terjebak selama 14 jam di antara lembah usai salah satu kabel wahana itu putus pada Selasa (22/8).
Enam anak dan dua orang dewasa itu terlunta-lunta di ketinggian 900 kaki di atas lembah di barat laut Pakistan sebelum dapat diselamatkan.
Insiden itu bermula kala enam anak dan dua guru mereka sedang melakukan perjalanan ke sekolah di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Kereta gantung itu biasa membawa penumpang dari desa Btangi ke Jhengarie maupun sebaliknya.
Namun, salah satu kabel kereta gantung yang mereka tumpangi hari itu putus. Mereka pun hanya bisa menunggu penyelamat datang.
Diberitakan CNN, penyelamatan kedelapan penumpang itu pun dilakukan pada Selasa pagi. Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter dan zip line.
Namun, saat malam tiba, pihak berwenang Pakistan menghentikan penyelamatan dengan helikopter. Wakil komisaris distrik Battagram, Tanveer Ur Rehman, mengatakan angin kencang mengakibatkan upaya evakuasi sulit dilakukan.
Rekaman dari layanan penyelamatan menangkap momen horor saat seorang anak tampak melompat dari kereta gantung sambil memegang ujung tali yang tergantung di helikopter sebelum diterbangkan ke tempat aman.
Video lain juga menampilkan para penduduk setempat dan tim penyelamat menggunakan tali untuk menyelamatkan penumpang.
Di tengah proses evakuasi, dua siswa di kereta gantung dilaporkan pingsan. Salah satu penumpang mengatakan para siswa yang berusia antara 10-15 tahun itu tidak minum.
Selain itu, ada pula laporan anak-anak yang muntah saat menanti tim penyelamat. Petugas penyelamat langsung memberikan obat mual dan obat lainnya kepada mereka menyusul laporan tersebut.
Perdana Menteri sementara Pakistan Anwaar ul Haq Kakar melaporkan saat ini kedelapan penumpang telah berhasil diselamatkan.
"Lega mengetahui Alhamdulillah semua anak berhasil diselamatkan dan selamat. Kerja tim yang hebat oleh militer, departemen penyelamatan, administrasi distrik, serta masyarakat setempat," ucap dia dalam unggahan di Twitter yang kini berganti nama menjadi X.
Di Pakistan, memang banyak anak-anak yang tinggal di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa menggunakan kereta gantung untuk ke sekolah. Wilayah itu sendiri merupakan daerah terpencil dan dikelilingi pegunungan.
Beberapa kereta gantung yang digunakan di antaranya kurang perawatan dan sangat berisiko jika ditumpangi.
Insiden ini pun mendorong pemerintah Pakistan memerintahkan semua "kereta gantung yang rusak dan tidak aman" segera dihentikan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan