Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Budiman Sudjatmiko Bantah Dukung Prabowo Demi Jabatan dan Logistik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Politisi Budiman Sudjatmiko membantah alasan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2024 karena tawaran jabatan dan logistik. Ia menegaskan tak ada alasan pragmatis di balik motivasi mendukung Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan setelah ia memiliki pilihan berbeda dengan PDIP, partainya dahulu, yang mendukung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024. Budiman mengaku tak pernah ingin mengkhianati idealismenya untuk tawaran-tawaran pragmatis.
"Apakah pilihan saya mendukung Prabowo adalah pragmatis? Saya ingin mengatakan bahwa sampai hari ini tidak ada perbincangan soal jabatan," kata Budiman dalam acara Political Show CNN Indonesia TV, Senin (28/8) malam.
Dia juga mengklaim tidak pernah ada tawaran jabatan apa pun secara langsung kepada dirinya hingga saat ini, termasuk setelah mendeklarasikan diri mendukung Prabowo.
"Tidak, tidak [ada tawaran jabatan dan logistik]," lanjutnya lagi menegaskan.
Budiman pun mengungkapkan alasannya mendukung Prabowo. Ia menilai Indonesia tidak lagi membutuhkan pemimpin yang populis, melainkan butuh yang strategis. Dia menemukan kriteria itu ada pada Prabowo.
"Lahir dari analisis saya Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang strategis bukan yang populis," ujarnya.
Dia menjelaskan pemimpin yang populis adalah pemimpin yang turun ke bawah menemui rakyat. Sementara, pemimpin yang strategis tidak selalu berada di bawah. Pemimpin strategis, kata Budiman, membawa aspirasi rakyat ke atas.
"Tugas pemimpin strategis adalah mengangkat rakyat yang ditemui di bawah ke level yang lebih atas, ke atas ke atas lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Budiman buka-bukaan menyatakan dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2024 pada Jumat (18/8) lalu di Semarang, Jawa Tengah. Budiman bahkan membentuk relawan Prabowo-Budiman (Prabu).
Sikap Budiman itu berlawanan dengan keputusan PDIP yang telah mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres. Imbasnya, Budiman dipecat dari PDIP. Surat pemecatan Budiman diteken Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto.
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai partai baru yang akan menaungi Budiman Sudjatmiko. Politikus itu pun mengaku belum mau gabung partai lain setelah dipecat PDI Perjuangan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan