Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
AS Tambah Bantuan Senjata Rp3,8 T Untuk Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat pada Selasa (29/8) mengumumkan paket bantuan militer baru senilai US$250 juta atau sekitar Rp3,8 triliun (US$1=Rp15.201,55) untuk Ukraina. Bantuan tersebut mencakup peralatan membersihkan ranjau dan penghalang.
Bantuan diberikan di tengah pasukan Kyiv berjuang melakukan kemajuan besar dalam serangan balasan untuk menembus pertahanan Rusia yang begitu sulit, termasuk ladang ranjau hingga rintangan tank.
"Bantuan itu akan membantu Ukraina melawan perang agresi Rusia yang masih berlangsung di medan perang, sekaligus melindungi rakyatnya," keterangan tertulis Pentagon seperti diberitakan AFP pada Selasa (29/8).
Paket bantuan senilai Rp3,8 triliun itu juga termasuk rudal pertahanan udara, peluru artileri, rudal anti-lapis baju, dan lebih dari tiga juta butir amunisi senjata kecil.
Amerika Serikat telah mempelopori dorongan dukungan internasional untuk Ukraina, seperti dengan cepat membentuk koalisi internasional untuk mendukung Kyiv setelah Rusia menginvasi pada Februari 2022.
Tak hanya itu, AS juga mengoordinasikan bantuan dari puluhan negara. Washington telah berkomitmen untuk memberikan bantuan militer senilai puluhan miliar dolar kepada Kyiv sejak invasi Rusia dimulai.
"Saya berterima kasih kepada seluruh rakyat Amerika, Kongres, dan secara pribadi kepada Presiden Joseph Biden... atas paket pertahanan baru ini," tulis Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di X atau Twitter.
"Kebebasan membutuhkan perlindungan, dan perlindungan ini semakin kuat," tambahnya.
Sebelum mengumumkan paket bantuan militer terbaru, pemerintahan Joe Biden dikritik politikus AS Ron Paul karena terlalu sibuk mengurusi permasalahan Ukraina dan Rusia dibandingkan bencana di Hawaii.
Menurut Paul, AS telah menggelontorkan lebih dari US$120 miliar atau Rp1.837 triliun untuk "perang proksi melawan Rusia." Ditambah lagi, Biden sempat mengajukan US$24 miliar untuk membantu negara yang diinvasi Rusia itu.
Berdasarkan analisis lembaga think tank Heritage Foundation, pengeluaran itu berasal dari US$900 setiap rumah tangga AS. Paul menilai banyak warga AS yang menginginkan uang itu masuk kembali ke saku daripada ke oligarki Ukraina.
"Sulit melihat gambar kehancuran di Maui baru-baru ini. Dan, kemudian mendengar Presiden Biden memberi tahu Kongres bahwa dia membutuhkan US$24 miliar [sekitar Rp367 triliun] lagi untuk Ukraina," kata Paul, seperti dikutip RT News, Selasa (14/8).
"Terus mengucurkan uang untuk tujuan yang merugikan hanya akan menyebabkan bangkrut dalam negeri dan lebih banyak lagi orang Ukraina yang mati di luar negeri," ucap Paul.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun