Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Perang Memanas, AS Bakal Kirim Amunisi Uranium ke Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat untuk pertama kalinya bakal mengirim amunisi peluru penembus baja yang mengandung uranium deplesi atau depleted uranium ke Ukraina.
Peluru itu merupakan bagian dari paket bantuan militer baru untuk Ukraina yang akan diumumkan pekan depan.
Diberitakan Reuters, salah satu pejabat mengatakan bahwa paket bantuan yang akan datang akan bernilai antara $240 juta hingga $375 juta.
Para pejabat mengungkap nilai dan isi paket itu masih dalam tahap penyelesaian. Gedung Putih juga belum memberikan keterangan terkait hal itu.
Meski Inggris telah lebih dulu mengirim amunisi depleted uranium ke Ukraina pada awal tahun ini, namun pengiriman AS ini dinilai berpotensi menimbulkan kontroversi.
Hal ini menyusul keputusan Pemerintahan Joe Biden sebelumnya oleh untuk memberikan kelompok amunisi ke Ukraina walaupun dikhawatirkan bahaya bagi warga sipil.
Penggunaan amunisi depleted uranium telah diperdebatkan dengan sengit. Koalisi Internasional untuk Melarang Senjata Uranium (International Coalition to Ban Uranium Weapons) mengatakan terdapat risiko kesehatan yang berbahaya dari menelan atau menghirup debu depleted uranium, termasuk kanker dan cacat lahir.
Walaupun bersifat radioaktif, namun kandungan depleted uranium jauh lebih sedikit ketimbang uranium yang dihasilkan secara alami.
AS pernah menggunakan amunisi depleted uranium dalam jumlah besar pada Perang Teluk 1990 dan 2003 serta pemboman NATO di bekas Yugoslavia pada 1999.
Agensi Energi Atom Internasional selaku pengawas nuklir PBB mengatakan bahwa penelitian di bekas Yugoslavia, Kuwait, Irak dan Lebanon menunjukkan bahwa keberadaan residu depleted uranium yang tersebar di lingkungan tidak menimbulkan bahaya radiologis bagi penduduk di wilayah yang terkena dampak.
Kendati demikian, bahan radioaktif juga dapat menambah tantangan pada pembersihan besar-besaran pascaperang di Ukraina.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan