Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Perang Memanas, AS Bakal Kirim Amunisi Uranium ke Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat untuk pertama kalinya bakal mengirim amunisi peluru penembus baja yang mengandung uranium deplesi atau depleted uranium ke Ukraina.
Peluru itu merupakan bagian dari paket bantuan militer baru untuk Ukraina yang akan diumumkan pekan depan.
Diberitakan Reuters, salah satu pejabat mengatakan bahwa paket bantuan yang akan datang akan bernilai antara $240 juta hingga $375 juta.
Para pejabat mengungkap nilai dan isi paket itu masih dalam tahap penyelesaian. Gedung Putih juga belum memberikan keterangan terkait hal itu.
Meski Inggris telah lebih dulu mengirim amunisi depleted uranium ke Ukraina pada awal tahun ini, namun pengiriman AS ini dinilai berpotensi menimbulkan kontroversi.
Hal ini menyusul keputusan Pemerintahan Joe Biden sebelumnya oleh untuk memberikan kelompok amunisi ke Ukraina walaupun dikhawatirkan bahaya bagi warga sipil.
Penggunaan amunisi depleted uranium telah diperdebatkan dengan sengit. Koalisi Internasional untuk Melarang Senjata Uranium (International Coalition to Ban Uranium Weapons) mengatakan terdapat risiko kesehatan yang berbahaya dari menelan atau menghirup debu depleted uranium, termasuk kanker dan cacat lahir.
Walaupun bersifat radioaktif, namun kandungan depleted uranium jauh lebih sedikit ketimbang uranium yang dihasilkan secara alami.
AS pernah menggunakan amunisi depleted uranium dalam jumlah besar pada Perang Teluk 1990 dan 2003 serta pemboman NATO di bekas Yugoslavia pada 1999.
Agensi Energi Atom Internasional selaku pengawas nuklir PBB mengatakan bahwa penelitian di bekas Yugoslavia, Kuwait, Irak dan Lebanon menunjukkan bahwa keberadaan residu depleted uranium yang tersebar di lingkungan tidak menimbulkan bahaya radiologis bagi penduduk di wilayah yang terkena dampak.
Kendati demikian, bahan radioaktif juga dapat menambah tantangan pada pembersihan besar-besaran pascaperang di Ukraina.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan