Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Update: Korban Tewas Akibat Gempa Maroko Capai 2.000 Orang Lebih
BERITABALI.COM, DUNIA.
Korban tewas akibat gempa magnitudo 6,8 yang mengguncang Maroko kini bertambah menjadi 2.000 orang lebih.
Seperti dikutip dari CNN, setidaknya 2.012 orang meninggal dunia, 1.404 lainnya dalam kondisi kritis akibat gempa M 6,8 di Maroko.
Tim penyelamat berupaya keras menyelamatkan korban yang masih terjebak dalam reruntuhan bangunan akibat gempa pada Jumat (8/9) waktu setempat tersebut.
Maroko mengumumkan masa berkabung selama tiga hari karena bencana ini. Bendera setengah tiang bakal dikibarkan di setiap gedung.
Raja Maroko Mohammed VI memerintahkan pembentukan komisi buat penanganan bencana untuk rehabilitasi dan bantuan darurat. Dia menginginkan fokus pada pembangunan rumah yang hancur serta perawatan pada orang-orang terdampak khususnya yatim dan kelompok rentan.
Raja juga memerintahkan akomodasi makanan dan semua kebutuhan dasar lainnya tersedia bagi yang membutuhkan. Selain itu dia juga membentuk rekening khusus di bank sentral untuk sumbangan bantuan.
Gempa magnitudo 6,8 melanda Maroko pada Jumat (8/9) malam. Bencana ini disebut sebagai gempa paling mematikan yang melanda Afrika Utara selama beberapa dkade terakhir.
Pusat gempa berada di 72 km bara daya Marrakesh, kota wisata berpenduduk sekitar 800 ribu orang, tepatnya di pegunungan High Atlas.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan