Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Azerbaijan Disebut Pukul Mundur Armenia Pakai Drone Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Azerbaijan disebut mengalahkan Armenia menggunakan pesawat tak berawak atau drone buatan Israel saat meluncurkan operasi militer di Nagorno-Karabakh.
Pertempuran itu berlangsung pada pertengahan September. Sejumlah saksi mendengar ledakan yang kemungkinan berasal dari drone.
Penduduk di Stepanakert juga mengunggah salah satu video berisi suara deru baling-baling dan langit yang tampak abu-abu.
Pengamat pertahanan dari Applied Police Research Institute (APRI) Armenia, mengatakan suara itu merupakan Harop atau dikenal drone bunuh diri, senjata buatan Israel Aerospace Industries (IAI).
Amunisi tersebut dikenal karena suara menusuk yang dihasilkan saat mendarat.
Mantan pejabat Azerbaijan juga mengatakan mereka menggunakan drone Harop kamikaze, Hermes-450, Orbiter-K, Orbiter 1, Orbiter 2, Orbiter-3. Semua drone ini buatan perusahaan senjata Israel.
Menyoal drone ini, mantan letnan kolonel di Tentara Pertahanan Artsakh, militer republik separatis Armenia di Karabakh, mengatakan Azerbaijan terus menggunakan senjata tersebut untuk menguasai Nagorno-Karabakh.
"Drone digunakan terus-menerus [dalam perang 2020, serta dalam konflik terbaru ini," kata dia kepada CNN, Kamis (5/10).
Pasukan Azerbaijan menggunakan Harop dan drone Israel lain sepanjang perang 2020.
Azerbaijan memenangkan perang di tahun tersebut hanya dalam waktu kurang dari sebulan. Mereka memperoleh kembali sebagian besar wilayah di Nagorno-Karabakh.
Lalu, pertempuran di September tahun ini, membuatseluruh Karabakh berada di bawah kendali Azerbaijan setelah berbulan-bulan diblokade.
Menurut para peneliti senjata Israel banyak yang diimpor ke Azerbaijan. Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) mengatakan lebih dari 60 persen impor senjata Azerbaijan berasal dari Israel di rentang waktu 2017 hingga 2020.
Azerbaijan, lanjut SIPRI, juga membeli berbagai macam drone, rudal, dan mortir dari Israel antara 2010 hingga 2020.
Namun, ada beberapa hal spesifik tak diketahui mengenai sejauh mana perdagangan senjata Azerbaijan-Israel yang sedang berlangsung.
"Kami punya cukup banyak informasi sebelum tahun 2020 dan kemudian berhenti. Dan, itu tak masuk akal," kata peneliti senior SIPRI Pieter Wezeman.
Ia kemudian berujar, "Karena pada 2020 Azerbaijan menggunakan sejumlah besar peralatannya, kemungkinan besar mereka terus melanjutkan hubungan mereka dengan Israel. Sejauh yang kami tahu hanya itu."
Kini, hubungan Israel-Azerbaijan mendapat sorotan, termasuk dari surat kabar sayap kiri Israel yang paling terkemuka, Haaretz.
Dalam salah satu rilis Haaretz muncul editorial berjudul "Sidik jari Israel Usai Pembersihan Etnis di Nagorno-Karabakh" yang dimuat pada 27 September.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun