Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gaza Sekarat, RS Indonesia Terancam Lumpuh Akibat Mati Listrik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jalur Gaza Palestina menyatakan listrik di Rumah Sakit Indonesia di wilayah itu hanya memiliki waktu beberapa jam sebelum mati total.
Juru bicara Kemenkes Gaza, Ashraf al-Qudra, mengatakan generator listrik di RS Indonesia hanya tersisa "beberapa jam" di tengah membludaknya pasien usai kamp pengungsian terbesar, Jabalia, diserang Israel.
"Kami menyerukan kepada semua saudara kami di negara-negara penghasil minyak untuk segera turun tangan dan memasok Rumah Sakit al-Shifa dan Rumah Sakit Indonesia dengan bahan bakar yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa orang sakit dan terluka," kata al-Qudra, seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (1/11).
Sebelumnya, Rumah Sakit Indonesia menerima antrean puluhan jenazah usai serangan udara Israel menghantam Jabalia, kamp pengungsian terbesar di Gaza, pada Rabu dini hari. Insiden itu menewaskan lebih dari 50 orang dan melukai 150 lainnya.
Menurut rekaman video Reuters, puluhan jenazah yang tergeletak dalam balutan kain putih berjajar di sisi RS Indonesia.
"Kami memerlukan waktu satu jam karena kami tidak tahu kapan kami akan menerima pasien. Beberapa kali kami harus menyiapkan ruang bedah di koridor dan bahkan terkadang di ruang tunggu rumah sakit," kata Dr. Mohammed al-Run.
Kemenkes Gaza menyebutkan korban tewas masih mungkin bertambah lantaran tim SAR dan sukarelawan masih menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari orang-orang yang hilang.
Perang antara milisi Hamas Palestina dan Israel terus berkecamuk sejak meletus 7 Oktober lalu. Pertempuran itu makin panas setelah Israel mulai mengintensifkan serangan udara, disertai peluncuran serangan darat pada Jumat (27/10) lalu.
Israel hingga kini juga tak kunjung mengizinkan bantuan bahan bakar memasuki Gaza, karena takut dimanfaatkan Hamas.
Bantuan kemanusiaan sendiri sebetulnya sudah memasuki daerah kantong itu sejak 21 Oktober lalu.
Sampai saat ini, korban tewas akibat perang sudah mencapai 8.525 orang di pihak Palestina. Sementara itu, dari pihak Israel korban meninggal dunia mencapai 1.400 orang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5894 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4623 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2591 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2233 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2208 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan