Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Biden Tulis Dua Surat Berbeda ke Pendukung Israel dan Palestina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menulis dua surat dengan isi pesan yang berbeda mengenai perang Israel dengan milisi di Palestina, Hamas di Gaza.
Dikutip dari Aljazeera, satu surat yang ditulis Biden ditujukan untuk kelompok pendukung Israel. Surat itu berisi komitmen Biden membantu Israel berperang melawan Hamas yang disebutnya sebagai teroris. Serta janji Biden membebaskan warga yang masih dalam tawanan Hamas.
Sementara satu surat lainnya kepada kelompok pro Palestina berbicara tentang upaya pemerintah AS untuk melindungi warga sipil di Jalur Gaza.
"Amerika Serikat mendukung Israel. Kami akan terus memastikan bahwa Israel memiliki apa yang dibutuhkan untuk mempertahankan diri melawan terorisme sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional," demikian salah satu penggalan surat kepada kelompok pro Israel, dikutip Aljazeera dari NBC.
Sementara itu, dalam surat lainnya, Biden mengatakan AS akan fokus memberikan bantuan ke Palestina. Biden tak menyebutkan Holocaust atau dukungan AS terhadap Israel sebagaimana ia tulis dalam surat kepada kelompok pro Israel.
"Kami berduka atas banyaknya warga Palestina tak berdosa yang terbunuh," demikian surat kedua Biden tertanggal 8 November.
Biden menyampaikan pemerintah AS menjalin kerja sama dengan mitra-mitranya untuk memastikan bahwa bantuan untuk Palestina dapat segera menjangkau warga Palestina yang tidak bersalah di Gaza.
"Dan menekankan bahwa Amerika Serikat dengan tegas mendukung perlindungan warga sipil selama masa krisis," ujarnya.
NBC News menilai tidak lazim bagi Gedung Putih untuk membuat versi surat yang berbeda mengenai topik yang sama dengan penekanan yang sangat berbeda.
NBC menambahkan bahwa tindakan tersebut mencerminkan upaya Biden menyiasati perbedaan dalam koalisinya yang terbelah ke dalam kelompok pro Israel dan Palestina pada masa menjelang pemilu.
Dalam sebuah opini yang diterbitkan pada hari Sabtu (18/11) di Washington Post, Biden menulis bahwa Gaza dan Tepi Barat yang diduduki harus dipersatukan kembali di bawah satu struktur pemerintahan yakni sebuah Otoritas Palestina yang telah direvitalisasi.
"Gaza tidak boleh lagi dijadikan platform terorisme. Tidak boleh ada pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza, tidak boleh ada pendudukan kembali, tidak boleh ada pengepungan atau blokade, dan tidak boleh ada pengurangan wilayah," kata Biden.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2268 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan