Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
AS Disebut Kirim 100 Bom Bunker Untuk Israel Pakai Agresi ke Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat dilaporkan memasok setidaknya 100 bom penghancur bunker (bunker buster bombs) ke Israel yang dipakai untuk menggempur terowongan dan infrastruktur Hamas di Jalur Gaza Palestina.
Masing-masing bom bunker ini berbobot sekitar 970 kilogram. The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan ratusan bom bunker berukuran besar ini merupakan bagian dari bantuan senjata yang diberikan AS kepada Israel selama agresinya berlangsung ke Palestina sejak 7 Oktober lalu.
Sejauh ini, sejumlah pejabat AS mengatakan kepada WSJ bahwa Washington telah memberikan puluhan ribu senjata dan artileri ke Israel untuk membantu memberangus Hamas di Jalur Gaza.
WSJ memaparkan AS setidaknya telah mengirimkan sekitar 15.000 bom dan 57.000 peluru artileri ke Israel tak lama setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober terjadi. Serangan Hamas ke Israel itu menjadi pematik agresi brutal Tel Aviv ke Jalur Gaza yang berlangsung hingga hari ini.
Para pejabat AS juga menuturkan Israel menggunakan bom yang dipasok AS dalam serangan terhadap kamp pengungsi Jabalia di Gaza utara. Serangan itu menewaskan lebih dari 100 orang.
Sementara itu, koresponden Al-Jazeera Heidi Zhou-Castro melaporkan bom bunker ini juga pernah dipakai AS dalam perang di Afghanistan, Irak, dan Suriah. Sebagian besar bom digunakan di wilayah terbuka.
"Sekarang Israel menggunakan bom-bom ini di lingkungan yang sangat berbeda di Gaza, yaitu pada populasi sipil dengan padat penduduk," ujar Zhou-Castro seperti dilaporkan Al-Jazeera.
Zhou-Castro menilai laporan WSJ tersebut memicu pertanyaan kepada Kongres AS dan Gedung Putih apakah memasok bom bunker yang tingkat kerusakannya dahsyat ini ke Israel adalah langkah yang tepat.
Sebab, penggunaan bom semacam itu di Jalur Gaza dikhawatirkan dapat memicu kerusakan yang lebih luas dan brutal lagi di wilayah tersebut.
Sejak 7 Oktober lalu, agresi brutal Israel ke Palestina telah menewaskan lebih dari 15 ribu orang, termasuk lebih dari 6 ribu anak-anak dan 4 ribu perempuan.
Jumlah korban tewas agresi Israel di Gaza ini sudah melebihi jumlah korban meninggal dunia invasi Rusia ke Ukraina sejak Februari 2022 lalu.
Saat ini, Israel juga kembali menggempur Jalur Gaza menyusul masa gencatan senjata yang telah berakhir tanpa ada kesepakatan perpanjangan lagi dengan Hamas.
Israel menuding Hamas melanggar kesepakatan sehingga ogah memperpanjang gencatan senjata lagi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4625 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2235 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan