Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Al Jazeera Usai Jurnalis Tewas Akibat Israel: Pembunuhan Sistematis
BERITABALI.COM, DUNIA.
Al Jazeera Media Network mengungkapkan operator kamera Samer Abudaqa tewas akibat serangan udara Israel pada Jumat (15/12). Serangan tersebut juga membuat kepala biro Gaza, Wael Al-Dahdouh, di Khan Younis terluka.
Dalam keterangan tertulis, mereka meminta pertanggungjawaban Israel atas kejadian nahas terhadap awak media.
"The Network ini meminta pertanggungjawaban Israel atas penargetan dan pembunuhan secara sistematis terhadap jurnalis Al Jazeera dan keluarganya," demikian pernyataan tersebut," tulis Al Jazeera pada Sabtu (16/12).
Al Jazeera memberitakan Abudaqa awalnya terluka di lantai sekolah Khan Younis setelah terkena pecahan peluru. Namun, paramedis tidak bisa segera menghubunginya akibat penembakan Israel.
Sehingga, upaya untuk mengatur pertolongan darurat bagi Abudaqa memakan waktu lebih dari lima jam. Ketika petugas medis tiba, jurnalis tersebut telah meninggal dunia.
Sementara itu, CNN tidak dapat memverifikasi secara independen tuduhan tersebut. CNN telah menghubungi pihak militer Israel untuk meminta komentar, namun belum mendapatkan tanggapan.
Menurut data Committee to Protect Journalists (CPJ), Abudaqa adalah jurnalis Al Jazeera pertama yang terbunuh dalam konflik Israel-Hamas sejak 7 Oktober.
CPJ menyebut empat wartawan Al Jazeera lainnya terluka, termasuk tiga orang di Lebanon selatan dan Dahdouh, yang juga kehilangan istri, anak perempuan, anak laki-laki, dan cucunya dalam serangan Israel di Khan Younis akhir Oktober lalu.
Al Jazeera menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Abudaqa di Gaza dan Belgia dalam pernyataannya, yang juga menuntut pertanggungjawaban dari Israel.
"Al Jazeera mendesak masyarakat internasional, organisasi kebebasan media, dan Mahkamah Pidana Internasional untuk segera mengambil tindakan guna meminta pertanggungjawaban pemerintah dan militer Israel atas tindakan pembantaian dan kejahatan terhadap kemanusiaan ini," katanya.
Serangan tersebut juga menewaskan seorang jurnalis Palestina lainnya, Rami Budair, dan tiga anggota tim pertahanan sipil.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan