Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Keluarga Sandera Israel Desak Pembebasan: Anak Kami Sekarat di Sana
BERITABALI.COM, DUNIA.
Keluarga dari sandera Israel yang hingga kini masih berada dalam penyanderaan kelompok Hamas di Gaza, mengamuk dan menuntut pemerintah Israel segera mengambil tindakan untuk membebaskan para sandera.
Keluarga dan kerabat sandera Israel menerobos masuk ke dalam pertemuan komite keuangan parlemen Israel Knesset. Mereka berteriak dan mendesak pemerintah segera bertindak.
"Anda duduk di sini, sementara anak-anak kami sekarat di sana," kata Gilad Korngold, ayah dari sandera Tal Shoham, dikutip AFP.
Keluarga sandera Israel memang diizinkan masuk ke parlemen untuk berbicara dengan anggota parlemen, dalam beberapa waktu terakhir.
Pada Minggu (21/1), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak persyaratan yang ditetapkan oleh Hamas terkait pembebasan sandera.
"Persyaratan yang diminta oleh Hamas menunjukkan kebenaran sederhana: tidak ada yang bisa menggantikan kemenangan," kata Netanyahu.
Dalam serangan mendadak Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu, para militan menyandera sekitar 250 sandera. Hingga kini diperkirakan masih ada 132 orang yang berada di Gaza.
Sebelumnya Hamas mengajukan dua syarat bagi Israel sebagai imbal balik pembebasan sandera yang ditawan kelompok tersebut.
Syarat yang diajukan Hamas adalah penarikan total pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan kembali mengakui Hamas yang memerintah wilayah tersebut.
Netanyahu kemudian menyatakan bahwa memenuhi dua syarat dari Hamas itu sama saja dengan mengabaikan upaya pasukan Israel sia-sia dalam menjalankan operasi militer.
"Kami menolak syarat penyerahan pasukan (Israel) yang diminta Hamas. Kami tidak bisa menjamin keselamatan warga kami jika kami menerima ini," kata Netanyahu seperti dikutip dari Al Jazeera.
"Kami tidak akan bisa membawa pulang sandera dengan selamat dan 7 Oktober mendatang hanya masalah waktu," tuturnya lagi.
Jurnalis Al Jazeera, Hamdan Salhut, melaporkan dari Jerusalem Timur bahwa para kerabat dan keluarga sandera sama sekali tidak didengar oleh pemerintah Netanyahu.
"Mereka dilupakan dan diabaikan. Ada pula silang pendapat di dalam kabinet perang Netanyahu. Sejumlah anggota mengatakan kemungkinan kekalahan total Hamas bukan tujuan yang realistis bagi pemerintah. Ada pula yang mendesak pemilihan umum segera digelar sehingga publik percaya dengan pemerintah," kata Salhut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2937 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun