Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Simulasi Pencoblosan KPU Tabanan, Pemilih Manula Masih Kerepotan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan menggelar simulasi pencoblosan di Gedung Serbaguna, Banjar Penebel Kaja, Kecamatan Penebel pada Selasa (23/1) yang berlangsung sejak pagi.
Simulasi ini juga menggunakan semua surat suara yang akan dicoblos pada 14 Februari 2024 sebanyak lima lembar.
“Tujuan simulasinya adalah untuk melihat kesalahan yang terjadi dan akan dievaluasi,” ujar Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra.
Ia menyebutkan, simulasi di Penebel ini adalah kali kedua yang dilaksanakan. Sebelumnya, KPU Tabanan menggelar simulasi pencoblosan di TPS 001 Banjar Sandan Lebah, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan pada Senin, 25 Desember 2023.
Pada simulasi sebelumnya, terungkap satu pemilih rata-rata memerlukan waktu lima menit untuk mencoblos lima surat suara Pemilu 2024. Perkiraan waktu tersebut paling banyak terjadi pada pemilih manula.
Mereka rata-rata kerepotan dengan ukuran kertas surat suara yang relatif besar. Terkecuali surat suara pilpres yang relatif kecil. Suwitra menjelaskan, simulasi Pemilu 2024 itu salah satunya memang untuk mengetahui perkiraan waktu mencoblos.
“Sehingga tidak terulang kesalahan saat hari pemilihan nanti,” ujarnya.
Suwitra menyebutkan, pihaknya berencana kembali membuat simulasi untuk melakukan penyempurnaan pelaksanaan Pencoblosan Pemilu 2024.
“Nanti kami rancang, untuk waktu dan lokasi masih kami atur tempatnya,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan